Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra: La Nyalla Hengkang, Aura Negatif di Kubu Prabowo Hilang

Politik

Gerindra: La Nyalla Hengkang, Aura Negatif di Kubu Prabowo Hilang

Kamis, 13 Des 2018 15:29
Detik.com
Jakarta - La Nyalla Mattalitti memilih bertobat dan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Gerindra bersyukur mantan Ketum PSSI itu berpaling dari pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bagi kami sebuah kebaikan juga, orang sekelas La Nyalla itu kemudian meninggalkan atau hengkang dari timnya kita," ujar Anggota Dewan Penasihat DPP Gerindra Muhammad Syafi'i, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Menurut pria yang kerap disapa Romo Syafi'i itu, dengan hengkangnya La Nyalla, maka aura negatif yang selama ini menyelimuti kubunya juga hilang. Untuk diketahui, La Nyalla sebelumnya mengaku ikut menyebar isu PKI Jokowi saat Pilpres 2014 lalu.

"(Jadi) Aura negatif yang selama ini ada ketika dia masih berada di timnya kita, itu terbawa olehnya dengan keluar dari tim kita mendukung tim Jokowi-Maruf Amin," kata dia.

Sementara itu, terkait janji potong leher yang dilontarkan La Nyalla, Romo Syafi'i berharap hal tersebut bukanlah hanya upaya mencari muka kubunya. Untuk itu, dia berharap, kelak jika Prabowo menang di Madura, Jawa Timur, La Nyalla akan benar-benar merealisasikan sesumbarnya.

Sesumbar akan potong leher sebelumnya disampaikan La Nyalla saat mengunjungi Ma'ruf Amin di Rumah Situbondo pada Selasa (11/12) kemarin. Ketua Kadin Jatim itu berjanji akan memotong lehernya jika Prabowo-Sandiaga menang di Madura, Jatim.

"Janjinya itu dia harus benar-benar itu bukan bagian dari upaya cari muka kepada timnya Prabowo, tapi benar-benar janji kesatria. Kalau benar-benar janji kesatria, saya kira kita menghormati apa yang dia katakan akan penggal leher," sebut Romo Syafi'i.

Romo Syafi'i pun meyakini suara La Nyalla tidak akan berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Madura. Sebab, pihaknya sudah bertemu dengan Asosiasi Ulama Madura (Auma) yang menyampaikan tidak akan memberikan dukungan pada capres-cawapres yang didukung La Nyalla.

"Makanya kita mau tanya lagi, bener nggak La Nyalla itu mempertaruhkan lehernya kalau Prabowo kalah di Madura. Saya takut nanti kejadiannya macam Ruhut Sitompul, potong kuping saya kalau Ahok kalah di Jakarta, dan ternyata Ahok kalah, dan Ruhut tidak potong kupingnya," beber Romo Syafi'i.

"Saya takut nanti gitu juga, tiba-tiba nanti Jokowi-Ma'ruf Amin kalah di Madura, maka dia akan beralasan seperti banyaknya alasan yang dibuat dari ini, mungkin dia masuk kelompok orang yang paling pintar mencari alasan-alasan yang hampir semua alasannya buruk menurut saya," pungkas anggota Komisi III DPR itu.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor