Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Hanura: Pilpres 2019 Terasa Panas karena Dendam Kesumat Lawan Jokowi

Politik

Hanura: Pilpres 2019 Terasa Panas karena Dendam Kesumat Lawan Jokowi

Senin, 26 Nov 2018 14:25
Detik.com
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai banyak pihak yang memanfaatkan momen pilihan politik dengan membuat suasana menjadi 'panas'. Hanura sepakat.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, Pilpres 2019 ini memang terasa panas. Apalagi karena Jokowi kembali melawan Prabowo Subianto.

"Dalam Pilpres 2019 ini memang terasa cukup panas terutama karena hadirnya lawan Pak Jokowi yang pernah nyungsep di Pilpres 2014 yang lalu, yang tentunya meninggalkan rasa kesal panasaran dan sebel yang sangat luar biasa bukan? Atau dengan kata lain dendam kesumat, gitu loh!" kata Inas kepada wartawan, Senin (26/11/2018).

Menurut Inas, karena dendam kekalahan pada Pilpres 2014 itu, maka lawan politik Jokowi cenderung melakukan berbagai upaya agar bisa memenangkan kontestasi politik kali ini. Hal tersebutlah yang kemudian disinggung Jokowi sebagai 'kompor'.

"Yang namanya dendam, apalagi demi merebut kekuasaan tertinggi di republik ini, maka berbagai upaya pasti dilakukan oleh nyungseper tersebut bukan? Mana mau dia kalah lagi di Pilpres 2019? Pastinya dia akan melakukan berbagi cara untuk menang dan di antaranya adalah hoax serta pelecehan kepada kelompok tertentu," tuturnya.

"Nah! cara-cara yang tidak sehat seperti inilah yang namanya kompor yang membuat suasana semakin panas!" sambung Inas.

Inas pun meminta agar lawan politik Jokowi tak lagi menjadi 'kompor' yang memanasi situasi politik di Indonesia.

"Awas jangan sampai kompor sendiri meleduk ya! bisa jadi sebelum Pilpres 2019 malahan nyungsep dua kali," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai banyak pihak yang memanfaatkan momen pilihan politik dengan membuat suasana menjadi 'panas'. Dia mengatakan seharusnya masyarakat dibiarkan menentukan pilihan politiknya masing-masing tanpa dipanas-panasi.

"Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi di hadapan masyarakat adat Komering Raya, Sumsel, di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (25/11/2018).


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor