Pilkada Rohul
Ini Janji Suparman Bila Terpilih Jadi Bupati
Laporan : Fahrin Waruwu
Minggu, 09 Agu 2015 15:47
ROKAN HULU - Terpilih jadi Bupati Rohul, saya berjanji tidak akan pilihkasih dalam berbagai pembangunan, janji Calon Bupati Rokan Hulu (Rohul) yang juga Ketua DPRD Provinsi Riau H.Suparman, S.Sos, M.Si berjanji jika nanti Allah menentukan dirinya dan dipercaya rakyat sebagai orang nomor satu di Rohul di priode 2016-2021, berjanji tidak akan pilih kasih dalam merealisasikan anggaran, kemudian akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Hal ini disampaikannya di Pasir Pangaraian, katanya, APBD Rohul yang nilai hampir 1,7 Tirliyun, jika benar-benar dikelola secara profesional dengan mengedepankan azas keadilan dan pemerataan, dirinya yakin Rohul akan makmur dan sejahtera. "Tapi kebutuhan rakyat memang harus di atas segala-galanya, sebab pemimpin tidak ada apa-apa tanpa ada dukungan yang signifikan dari rakyatnya, jika rakyat sudah mengamanahkan, maka layani rakyat itu dengan setulus hati," ujarnya.
Lanjutnya, pengalokasian APBD Rohul itu harus proporsional, jangan hanya menumpuk di suatu tempat, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial, jadi harus merata, apalagi pemerintah punya program Musawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik tingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten, ini harus menjadi acuan strategis dan tidak hanya serimonial saja, sehingga nanti pemenuhan rakyat bisa terakomodir dengan signifikan.
Tidak itu saja, Suparman yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Rohul, berjanji akan mengedepankan dan memperioritaskan pembangunan jalan dan jembatan, sebab untuk saat ini di Rohul item ini termasuk krusial, jika jalan-jalan provinsi di Negeri Seribu Suluk sudah bertahap dibangun dan rakyat sendiri sudah merasakannya.
"Jalan provinsi sudah kita perjuangkan selama di DPRD Provinsi Riau, namun sayangnya jalan desa, kecamatan, kabupaten meski sudah ada pembangunan, namun perlu peningkatan, bahkan ada jalan daerah-daerah tertentu terkesan diabaikan, padahal infrastruktur jalan ini termasuk urat nadi untuk roda pengembangan ekonomi rakyat," ulasnya.
Jika memang rakyat mengamahkan dirinya menjadi orang Nomor satu di Rohul, tahap awal akan melakukan pemetaan terhadap infrastruktur jalan tersebut, baik itu sifatnya jalan desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi, untuk pembangunannya, selain melakukan alokasi APBD yang tepat sasaran, juga akan melakukan loby anggaran baik tingkat Pemprov Riau, juga pemerintah pusat, termasuk membuat nota kerja sama dan membangun koneksitas dengan daerah yang bertetangga dengan Rohul untuk menghubungan jalan-jalan, sehingga pelayanan tercapai dengan efektif dan efesien.
"Kita tidak perlu bermusuhan dengan kabupaten atau daerah yang bertetangga dengan kita, mari kita tinggalkan ego dan kepentingan golongan, kita duduk bersama dengan bupati-bupati tersebut, kita undang mereka secara khususnya, kita ajak mereka mana yang terbaik untuk rakyat," pungkasnya(fah)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie