Politik
Jurus Golkar bikin Ahok menang sampai Setya Novanto turun gunung
Sumber:Merdeka.com
Sabtu, 21 Jan 2017 15:47
Partai Golkar bahkan sampai menggelar pasar murah bertajuk Syukuran Jakarta di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, demi mengkampanyekan Ahok-Djarot kepada warga DKI Jakarta. Pada kesempatan itu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto bahkan sampai turun gunung. Ahok juga hadir dalam acara itu.
Setya mengatakan, Ahok bakal terus memperhatikan masyarakat kecil ibu kota. Terutama bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga akan diberikan bantuan modal melalui Bank DKI. "Nanti kalau Pak Ahok jadi Gubernur DKI jangan lupa nanti membesarkan UMKM, pengusaha-pengusaha warung kecil," kata Setya, Jumat kemarin.
Setya menilai sosok Ahok dikenal ramah terhadap warga dan bisa langsung membaur dengan kerumunan masyarakat yang ada. "Dari masuk ke sini Ahok merakyat, langsung mendengarkan keluhan warga. Salaman dengan rakyat, gendong anak kecil. Saya hormat dan bangga karena suara Golkar suara rakyat," tegasnya.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi mengaku sengaja menggelar acara pasar rakyat ini agar warga semakin senang. Untuk itu, pihaknya meminta warga harus senang-senang menikmati pesta demokrasi Pilgub DKI Jakarta. Sebagai partai pendukung Ahok-Djarot, pihaknya meminta warga tidak perlu berdebat panjang melainkan cukup selesaikan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 15 Februari 2017 nanti.
"Kita enggak usah rame-rame, enggak usah berantem, enggak usah tegang menghadapi Pilgub. Tenang aja, ketawa-ketawa, happy. Pilih yang lu suka, yang enggak suka, enggak usah dipilih. Gampang kan? Gitu aja kok repot," ungkap Fayakun.
Sementara itu, Ahok mengaku ingin menunjukkan bahwa seorang dengan kinerjabaik pasti akan mendapat dukungan. Bahkan, dia mengaku telah mematahkan stigma adanya mahar dalam setiap dukungan politik.
Apalagi dia mengaku tidak selamanya dukungan partai dapat diukur dengan nominal uang. Salah satunya adalah Partai Golkar menggelar acara bertajuk Syukur Jakarta sebagai kampanye rakyat.
"Saya katakan ada stigma politik. Seolah-olah kalau partai mendukung calon itu pasti bayar mahar, kampanyenya dimintain duit, ini Golkar membuktikan gak ada. Kegiatan-kegiatan ini kegiatan partai politik. Ini jadi satu kemajuan," tegas Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, Golkar telah memutuskan untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh warga ibu kota. Sehingga kini, partai yang dipimpin Setya Novanto dan dirinya saling mendukung serta membutuhkan satu sama lain.
"Memilih gubernur dan kepala daerah yang bisa sejahterakan rakyat banyak. Golkar juga sama. Golkar yakin kalau saya dan Pak Djarot terpilih maka rakyat akan sejahtera. Suara Golkar suara rakyat, pasti rakyat tertarik pada partainya. Jadi ini suatu simbiosis yang baik," terang Ahok. (merdeka.com)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie