Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Ketua DPR dukung pemerintah keluar dari Trans Pacific Partnership

Politik

Ketua DPR dukung pemerintah keluar dari Trans Pacific Partnership

Sumber : Merdeka.com
Senin, 30 Jan 2017 15:14
Merdeka.com
Setya Novanto.
Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengatakan keinginan pemerintah untuk membatalkan keikutsertaan dalam kerjasama perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP) patut didukung. Apalagi, kata dia, Amerika Serikat sudah keluar dari kerja sama tersebut.

Setnov mengatakan, bagi Indonesia yang harus diutamakan adalah kepentingan nasional, bagaimana melindungi perekonomian dalam negeri. Dengan ketentuan semua anggota TPP harus menerapkan kebijakan non-tarif memang di satu sisi memberikan peluang untuk meningkatkan perdagangan ke negara lain.

"Tetapi jangan lupa potensi meningkatnya serbuan negara anggota TPP ke dalam negeri jauh lebih besar ketimbang kenaikan ekspor yang kita lakukan," kata Setnov, Senin (30/1).

Ketum Partai Golkar itu menambahkan. apalagi negara-negara anggota TPP mempunyai kekuatan industri yang lebih baik dibanding Indonesia. Sebut saja misalnya Vietnam, panetrasinya terhadap pasar Amerika sangat kuat, terutama untuk produk tekstil, produk tekstil dan alas kaki.

"Sebaiknya kita mengoptimalkan kekuatan pasar dalam negeri dan potensi di kawasan Asean yang sampai sekarang belum digarap dengan serius. Pasar Asean belum dioptimalkan, baru tergarap sekitar 25 persen," katanya.

Selan itu, lanjutnya, berbagai kelemahan perlu terus diperbaiki seperti iklim investasi, kepastian hukum serta stabilitas politik dan keamanan. Menurutnya, demonstrasi yang belakangan sering terjadi juga dapat mengganggu iklim investasi sehingga mempengaruhi masuknya modal asing ke dalam negeri.

"DPR mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Ekonomi Kerakyatan yang menjadi penyangga dan penyelamat perekonomian harus kita optimalkan. Tindakan afirmasi harus ditunjukkan baik berupa kebijakan, kelembagaan, permodalan dan pemasaran. Demikian pula, Industri manufaktur harus kita genjot kembali supaya dapat tumbuh dengan baik, karena serapannya terhadap lapangan kerja juga sangat besar" tutupnya.(Merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor