Ketua DPRD Riau Reses di Rambah Utama, Masyarakat Dambakan Posyandu dan Kantor Desa
Laporan : Fahrin Waruwu
Jumat, 14 Agu 2015 11:25
ROKAN HULU-Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua DPRD Provinsi Riau Suparman, di Desa Rambah Utama, Kecamatan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masyarakat mendambakan dan mengusulkan pembangunan kantor kepala desa dan Pos Pelayan Terpadu (Posyandu).
Pada saat reses itu, Ketua DPRD Riau di dampingi, Anggota DPRD Rohul Kasmawati, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC-PBB) Rohul Mintarija, Tokoh Muda Jawa Rohul Buaminto, Senior Partai Golkar Masgaul dan ratusan masyarakat lainnya.
Saat masyarakat meminta supaya, Suparman sebagai wakil rakyat agar membuat Posyandu bagi masyarakat Desa Rambah Utama, sebab ada satu RK di desa mereka memiliki Posyandu, sehingga balita-balita perlu perawatan dan jaminan kesehatan.
Suparman pun menjawab, sebenarnya tahun ini, Pemprov Riau sudah menganggarkan Rp 45 Milyar untuk pembangunan Posyandu, namun hasil verifikasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kegiatan itu tidak bisa dilaksanakan, sebab Posyandu itu kewenang pemerintah kabupaten.
"Namun dirinya berharap Pemkab Rohul, bisa membangunnya, tapi pesimis, karena Rohul saat ini berhutang hampir Rp 250 M," tuturnya.
Masih di tempat yang sama, masyarakat meminta supaya Suparman bisa mengajukan anggaran kepada Pemprov Riau, karena sejak transmigrasi Desa Rambah Utama, belum pernah dibangun, ada pun kantor desa saat ini hanya direhab-rehab masyarakat.
Suparman kembali menjelaskan, kantor desa itu termasuk hal yang paling signifikan dilaksanakan, namun dirinya pun heran pesat pembangunan di Pasir Pangaraian, masa kantor desa Rambah Utama tidak ada. " Jadi saya tidak boleh juga membuat kebijakan yang melanggar aturan, nanti saya sampaikan kepada Bupati Rohul supaya dibangun, kalau menang saya jadi Bupati Rohul, kalau saya yang akan meresmikannya nanti," ucap Suparman kemudian diiringi dengan tepuk tangan.
Sebab, Suparman masih ingat ketika datang ke Pendopo Desa Rambah Utama, waktu mengkampayekan Pasangan Achmad-Sukiman tahun 2006, dirinya sudah berjanji kalau jalan ke Rambahutama itu akan dibangun. "Waktu saya berjanji dihadapan bapak dan ibu di pendopo ini, ketika saya mengkapanyekan pak Achmad-Sukiman, jika jalan ini tidak maka potong leher saya, sekarang sudah dibangunkan, sebab siapa yang berjanji di pendopo ini jika tidak ditepati akan kualat," pungkas Suparman diiringi dengan tepuk tangan ratusan masyarakat. (Fah)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie