Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • LSI: Jika Ahok Kampanye, Risiko Buat Jokowi

Politik

LSI: Jika Ahok Kampanye, Risiko Buat Jokowi

Rabu, 28 Nov 2018 13:58
Detik.com
Jakarta -Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikabarkan akan kembali terjun ke politik. Ia bahkan disebut-sebut bakal gabung ke PDI Perjuangan.

Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyarankan agar Ahok beristirahat sejenak dari politik praktis. Menurut Denny JA, Ahok sebaiknya tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye capres Joko Widodo.

"Untuk jangka pendek, sebaiknya Ahok istirahat dulu. Masih terlalu berisiko mengikutsertakan Ahok dalam kampanye. Lebih lagi kalau itu digoreng pihak lawan. Jadi sebaiknya Ahok tidak diikutsertakan," kata Denny kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).

Alasannya, Ahok butuh waktu untuk 'memulihkan diri' selepas menyelesaikan masa tahanannya. Denny menilai kehadiran Ahok justru berisiko bagi Jokowi.

Ia mengatakan, Ahok harus membuat 'success story' ketika keluar dari tahanan. Namun 'success story' itu, sebut Denny, harus melalui proses.

Denny membagi proses 'success story' Ahok itu dalam 3 bagian: jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Dia harus membuat success story setelah keluar dari tahanan dan yang paling bisa jabatan yang diangkat," jelas Denny.

Ia menjelaskan, dalam jangka pendek sebaiknya Ahok tidak terlibat di politik. Kemudian dalam jangka menengah, Ahok bisa masuk ke politik lewat penunjukkan. Misal Ahok diangkat presiden sebagai menteri.

"Jabatan yang pas untuk dia jabatan yang diangkat. Misalnya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, keras untuk perbuatan yang bersih. Jabatan yang berurusan dengan pemberantasan korupsi. The right man on the right place untuk memberantas korupsi, di samping korupsi memang gila-gilaan di Indonesia," ujar Denny.
Setelah itu, sebut Denny, baru Ahok bisa kembali masuk di politik pemilihan. Ia menyebut Ahok bisa saja ikut serta lagi dama pemilihan bupati/wali kota dan gubernur.

"Jangka anjang baru dia bisa datang ke pemilihan bupati, walkot, maupun gubernur. Namun tidak presiden. Karena presiden atau wapres terlalu sensitif untuk dia. Dia figur pemimpin yang pas untuk isu-isu pemberantasan korupsi," pungkasnya.



(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor