Politik
M Taufik Bantah Dorong Fraksi di DPRD Tolak Cawagub DKI Usulan PKS
Kamis, 20 Des 2018 14:15
"Masak partai lain bisa digerakkan oleh kita. Partai punya kebijakan sendiri-sendiri. Itu aneh aja. Partai kebijakan yang sangat strategis, nggak mungkin bisa dilobi," kata Taufik di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).
Meski demikian, Taufik menjelaskan penolakan calon yang akan diusung PKS merupakan hak masing-masing fraksi di DPRD DKI. Dia mengaku tidak bisa mengintervensi hal itu.
"Itu haknya mereka kita nggak bisa tawar-tawar, orang itu haknya dia," jelasnya.
Taufik menegaskan kewajiban partainya hanya memproses dua calon yang diusulkan PKS melalui fit and proper test. Dia mengatakan sosialisasi ke fraksi lain harus dilakukan sendiri oleh kandidat yang bersangkutan.
"Tugas kami pertama mencalonkan dua calon dari PKS itu dua nama hasil fit and proper test, udah. Itu tugas kita. Habis itu ke DPRD untuk sosialisasi, itu tugasnya dia (kandidat) dong," paparnya.
Taufik enggan berandai-andai jika calon yang akan diusulkan tak terpilih. "Belum kepikiran, nanti itu urusannya PKS," sebut Taufik.
Terkait polemik Wagub DKI ini, Fraksi Golkar dan Hanura DPRD DKI menolak dua nama yang diajukan oleh PKS. Golkar menolak dua calon yang diajukan PKS lantaran Syaikhu dan Agung bukan berasal dari Jakarta.
"Siapa calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan datang. Judulnya kan sudah fokus pada cocok-nggak Ahmad Syaikhu dan Agung. Tanya cocoknya kepada siapa? Gitu kan? Kalau tanya kepada Golkar, Golkar nggak bisa jawab karena nggak kenal. Saya sudah diskusikan ini kepada institusi partai dan fraksi, kita nggak kenal nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, baru tahu di media," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Asraf Ali dalam diskusi 'Cocok Tidak Ahmad Syaikhu atau Agung Yulianto Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Apa Kata DPRD' di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).
Alasan yang sama dikemukakan oleh Partai Hanura. Hanura menilai dua orang kandidat Wagub DKI yang disodorkan PKS tak memahami persoalan di Jakarta.
"Kalau melihat tema hari ini, bagi saya bukan persoalan cocok dua orang ini atau tidak. Tapi permasalahannya, dua orang ini memahami nggak permasalahan di Jakarta. Karena Bang Asraf bilang, 'Saya saja nggak kenal dengan dua orang ini'. Ini Golkar saja partai lama, apalagi Hanura yang baru. Kalau kawan-kawan anggota Dewan sudah tidak kenal dengan dua orang ini, berarti beliau berdua tidak paham apa sih permasalahan dasar masyarakat Jakarta," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta Veri Yonnevil dalam kesempatan yang sama.
(detik.com) Politik
Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka
Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J
BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia
BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe
Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan
PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab
65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan
TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl
Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN
PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang