Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PAN soal Ahok Gabung ke PDIP: Dia Sudah Biasa Pindah Parpol

Politik

PAN soal Ahok Gabung ke PDIP: Dia Sudah Biasa Pindah Parpol

Selasa, 27 Nov 2018 15:13
Detik.com
Jakarta - PAN tidak kaget mendengar kabar keinginan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok merapat ke PDIP. Menurut Wasekjen PAN, Saleh Daulay, Ahok memang memiliki rekam jejak sebagai politikus 'kutu loncat'.

"Tidak ada yang istimewa. Lagian Ahok kan sudah biasa pindah-pindah parpol. Masyarakat sudah tahu itu. Jadi kami menanggapinya biasa saja," kata Saleh saat dihubungi, Selasa (27/11/2018).

Ahok memang sudah beberapa kali pindah partai. Dia mengawali karier politik dengan menjadi kader Partai Perhimpunan Indonesia Baru di Belitung Timur.

Sukses di Belitung, Ahok lalu berlabuh ke Partai Golkar dan berhasil mengunci satu kursi di DPR. Setelah itu, Ahok berpindah ke Partai Gerindra dan dicalonkan sebagai cawagub DKI berdampingan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada 2012.

Kembali ke Saleh. Dia meyakini bergabungnya Ahok ke PDIP tidak akan mendongkrak elektabilitas capres petahana, Jokowi. "Bergabungnya Ahok ke PDIP dinilai tidak menambah suara untuk Jokowi. Malah, bisa jadi dukungan semakin berkurang. Setidaknya, masyarakat akan ingat kembali kejadian yang terjadi tempo hari," sebutnya.

Saleh kemudian menyinggung soal Ma'ruf Amin yang kini menjadi cawapres Jokowi. Dia bicara soal kesaksian Ma'ruf selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberatkan Ahok dalam kasus penodaan agama.

"Kami senang aja melihat kebaikan Pak Ahok. Dengan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, berarti dia sudah memaafkan dan memahami fatwa MUI yang kala itu dikeluarkan oleh MUI. Saya yakin, masyarakat akan mengingat ini," tutur Saleh.

Sebelumnya, kabar tentang merapatnya Ahok ke PDIP disampaikan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam acara konsolidasi PDIP di Yogyakarta. Djarot menyebut Ahok bercerita ingin bergabung dengan PDIP jika masuk ke dunia politik lagi.

"Karena yang berani betul di garis depan, ketika ada yang melawan Pancasila, ketika ada yang menghina seseorang warga negara, mencaci, membenci, dan sebagainya, yang berani paling depan adalah PDI Perjuangan. Ini betul. Makanya dia bilang, 'Kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDI Perjuangan,'" kata Djarot, menirukan pesan Ahok saat konsolidasi PDIP di kantor DPC PDIP Sleman, Yogyakarta, Senin (25/11).


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor