PDIP : Reshuffle Kaninet Lebih Cepat Lebih Baik
Sabtu, 08 Agu 2015 10:46
JAKARTA-Juru bicara PDIP Andreas Hugo Pereira menilai reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi lebih cepat lebih baik dilakukan agar para menteri baru dapat segera mempersiapkan anggaran baru.
"Buat saya lebih cepat lebih baik, dalam arti bisa dilakukan sebelum 16 Agustus agar menteri tersebut sudah mempersiapkan anggaran-anggaran," ujar Andreas dalam diskusi Perspektif Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2015).
Andreas menambahkan, reshuffle kabinet sudah direncanakan Presiden Jokowi sejak awal, sebab Jokowi pernah mengatakan akan melakukan evaluasi menteri sebelum setahun.
"Perombakan kabinet sendiri sudah dibicarakan Jokowi diawal, bahwa akan ada evaluasi sebelum setahun," tambahnya.
Andreas mengakui, PDIP sebagai partai yang bertanggung jawab penuh pada pemerintahan ini pun mendesak agar ada perubahan jika tingkat kesejahteraan di masyarakat kurang baik.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie