Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PDIP tegaskan Megawati tak pernah halangi Jokowi bertemu SBY

Politik

PDIP tegaskan Megawati tak pernah halangi Jokowi bertemu SBY

Sumber : Merdeka.com
Kamis, 02 Feb 2017 14:05
Merdeka.com
HUT ke-44 PDIP.
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sangat ingin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia juga mengatakan, Presiden Jokowi sesungguhnya memiliki keinginan sama. Namun, kata SBY, ada pihak-pihak di sekeliling Presiden Jokowi yang menghalangi terjadinya pertemuan.

Beragam spekulasi berhembus mengenai pihak-pihak yang dituding SBY memiliki kekuatan besar menghalangi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menjamin, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bukan orang yang dituduh SBY. Sebab dia yakin Megawati tidak pernah ikut campur soal pertemuan presiden dengan siapapun.

"Bukan tipe Ibu seperti itu. Pak presiden tahu dengan siapa dia perlu ketemu dan kapan dia ketemu," kata Andreas kepada merdeka.com, Kamis (2/2).

Dia melihat Presiden Jokowi memiliki skala prioritas dalam menentukan pertemuan dengan sejumlah tokoh, petinggi negara atau kelompok tertentu. Andreas menyebut Jokowi akan menimbang urgensi dari tiap pertemuan itu.

"Presiden Jokowi tentu paham betul, dengan siapa dia seharusnya bertemu. Apakah pak SBY masuk dalam skala prioritas pertemuan dengan Presiden, Saya tidak tahu," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terang-terangan berniat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). SBY memiliki niat baik untuk mengklarifikasi informasi-informasi terkini mengenai kondisi bangsa. Sebagai orang yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun, SBY merasa perlu menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi.

"Supaya baik Bapak Jokowi atau pun saya tidak prasangka praduga perasaan enak dan tidak enak atau saling bercuriga, beliau presiden republik indonesia presiden kita, saya juga pernah memimpin negeri ini sebelum beliau oleh karena itulah bagus kalau saya bisa bertemu dan sekali lagi blak-blakan apa yang terjadi supaya ada dialog mana yang benar mana yang tidak benar," jelas SBY di Wisma Proklamasi, Rabu (1/2).

Sampai sekarang niatnya bertemu Presiden Jokowi belum terealisasi. Menurut pengakuan SBY, ada pihak-pihak yang menghalanginya bertemu Presiden Jokowi. SBY heran ada pihak-pihak yang lebih berkuasa dari Presiden, sehingga bisa menghalanginya bertemu Jokowi.

"Saya diberitahu oleh orang kalau beliau ingin bertemu dengan saya tapi beliau dilarang oleh dua dan tiga orang di sekeliling beliau. Nah dalam hati saya, hebat juga orang itu bisa melarang presiden kita untuk bertemu dengan sahabatnya yang juga mantan presiden. Pada hari yang baik ini kalau bisa saling melakukan klarifikasi supaya tidak menyimpan prasangka, praduga, bahkan rasa kecurigaan," tegasnya. (Merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor