Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PKS Curigai Jokowi soal Kompor: untuk Hindari Tuntutan Janji

Politik

PKS Curigai Jokowi soal Kompor: untuk Hindari Tuntutan Janji

Selasa, 27 Nov 2018 11:27
Detik.com
Jakarta - PKS mencurigai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal adanya pihak 'kompor' yang suka membuat situasi tahun politik panas. Menurut PKS, Jokowi belakangan sengaja mengeluarkan pernyataan kontroversial demi menghindari tuntutan janji kampanye.

"Kami justru curiga Pak Jokowi sengaja memunculkan istilah-istilah baru untuk menghindari tuntutan publik terhadap janji-janji kampanye yang tak mampu ditepati, dan menghindari kampanye yang bersifat substantif," kata Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Suhud mengatakan pernyataan kontroversial para elite politik berimbas kepada masyarakat. Ia merasa kasihan kepada publik yang selalu dijejali konten kampanye yang tidak cerdas.

"Kasihan publik jika selalu dibuat gaduh dengan diksi yang tidak produktif. Saat ini masyarakat menunggu konten kampanye yang mencerdaskan dan menjawab persoalan masyarakat," tutur juru debat timses Prabowo-Sandi itu.

"Kehidupan masyarakat di lapis bawah itu tergantung perilaku elitenya. Jika para elitenya kerap memproduksi istilah-istilah yang provokatif, akan diikuti oleh para pengikut dan pendukungnya," lanjut Suhud.

Suhud pun mengingatkan Jokowi agar berbicara lebih santun. Ia berharap capres nomor urut 01 itu membuat masyarakat tenteram.

"Sebaiknya Pak Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menggunakan diksi yang menentramkan dan menyatukan masyarakat, karena kenyataannya masyarakat di lapis bawah damai-damai saja," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi menilai banyak pihak yang memanfaatkan momen pilihan politik dengan membuat suasana menjadi 'panas'. Dia mengatakan seharusnya masyarakat dibiarkan menentukan pilihan politiknya masing-masing tanpa dipanas-panasi.

"Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi di hadapan masyarakat adat Komering Raya, Sumsel, di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (25/11).



(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor