Politik
Pedasnya timses Anies sindir Agus Yudhoyono tak kuasai masalah DKI
Jumat, 06 Jan 2017 11:50
Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Belakangan konsep kota apung guna meminimalisir banjir milik Agus jadi bahan empuk bagi kubu Anies-Sandiaga. Wakil Ketua Tim Kampanye Anies-Sandi, M Taufik, melihat konsep dibawa Agus belum masuk akal.
"Kota apung juga tuh. Mana ada di dunia kota apung. Pasar apung baru ada," kata Taufik di Jakarta, Rabu kemarin.
Menurut Taufik, pasangan nomor urut 1 itu hanya mendompleng kebesaran sang ayah sekaligus presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal Agus mengemban beban berat atas tugasnya ini.
"Sebagai anak presiden dia merasa harus tahu segalanya. Akhirnya jadi beban buat dia," tegasnya.
Taufik juga menyindir Agus tidak menguasai masalah di DKI Jakarta. Sehingga tidak heran kalau Agus ogah ikut debat antar kandidat di luar acara KPU DKI. Langkah Agus, kata Taufik, mirip seperti dilakukan Joko Widodo (Jokowi) ketika ikut Pilgub DKI 2012 silam.
Menurut Taufik, bahkan dirinya sampai dipaksa untuk membujuk Jokowi agar mau ikut debat. Sebab, kala itu dirinya merupakan tim sukses Jokowi-Ahok, yang diusung Partai Gerindra dan PDIP.
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa kala itu Jokowi tak mau ikut debat kandidat lantaran tak menguasai permasalahan di Jakarta. " Ahok yang minta 'Bang, cuma abang ini yang bisa bujuk'. Saya tanya emang kenapa. Kata dia Jokowi enggak mau datang debat," cerita Taufik.
Sementara Ahok, kata Taufik, mampu mengerti masalah DKI Jakarta dari adiknya sekaligus mantan anggota DPRD DKI tengah terjerat kasus suap reklamasi, M Sanusi. "Kalau Ahok sudah banyak belajar dia. Ahok belajarnya dari Sanusi," ungkap Taufik.
Taufik pun membandingkan Agus dengan calon diusungnya, Anies Baswedan. Dia menyebut sosok Anies masih sering mendengarkan pemaparan para ahli perkotaan, tak terkecuali para mantan pejabat Pemprov DKI untuk mempelajari bidang-bidang dirasa kurang dikuasainya.
"Anies itu orangnya cerdas. Tetapi dia masih sering tuh panggil pejabat-pejabat DKI. Kuliah singkat soal-soal teknis yang dia kurang paham," kata Taufik bangga.
Tak hanya di media sosial, tingkah Agus pun sempat menjadi perhatian saat berkampanye di Kebon Jeruk, Jakarta Barat Senin (2/1) lalu. Kala itu, Agus dimintai tanggapan terkait terbakarnya kapal KM Zahro Express yang menewaskan 23 penumpangnya. Namun, bukannya langsung menjawab, Agus tampak berdiskusi terlebih dahulu dengan salah satu timnya sebelum memberikan jawaban.
Sebagaimana diketahui, dalam dua debat kandidat sebelumnya, Cagub Agus Harimurti Yudhoyono dan pasangannya Sylviana Murni tak menghadiri undangan debat kandidat yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Hanya pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang hadir dalam debat tersebut. (merdeka.com)
Politik
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie