Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Pengamat: Loyalitas Ganjar Kurang di PDIP, Tapi Elektabilitas Tinggi

Pengamat: Loyalitas Ganjar Kurang di PDIP, Tapi Elektabilitas Tinggi

Admin
Senin, 24 Mei 2021 15:59
merdeka.com

Perseteruan antara Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan Ketua DPR RI Puan Maharani semakin memanas. Diketahui bahwa pada hari Sabtu (22/5) kemarin, Ganjar tidak diundang dalam acara HUT PDIP ke-48 di Kantor PDIP Jateng Panti Marhaen Semarang.

Selain itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) PDIP Bambang Wuryanto juga menilai Ganjar ‘terlalu offside’ karena terlihat ingin menaikkan elektabilitas pada Pilpres 2024 dan tidak mau menunggu keputusan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Analis politik Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono melihat bahwa konflik yang terjadi di partai banteng menjelang Pemilu 2024 itu merupakan miskomunikasi antara Dewan Pengurus Partai (DPP) PDIP dengan Ganjar Pranowo. Menurutnya, Ganjar memang tidak ingin menjadi Presiden.

Terkait tingginya elektabilitas Ganjar, menurutnya hal itu dikarenakan memang Ganjar memiliki karisma seperti Presiden Joko Widodo. Sehingga sangat dicintai oleh rakyat, bukan hanya rakyat Jawa Tengah saja.

Dia tidak sepakat jika Ganjar dinilai mendahului Megawati dan ‘offside’ karena dinilai hanya bekerja untuk menaikkan elektabilitas saja. Menurutnya, kecintaan masyarakat terhadap sosok Ganjar Pranowo menjadi salah satu kekuatan Ganjar dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Pak Ganjar sendiri kan tidak pernah merespon ketika terkait pencalonannya dalam Pilpres mendatang, artinya sebetulnya sebagai kader partai, Pak Ganjar masih respek sama Ketum Partai," kata Teguh saat dihubungi merdeka.com, (24/5).

Teguh juga mengungkapkan kesamaan lainnya antara Ganjar Pranowo dengan Presiden Jokowi. Keduanya sama-sama bukan merupakan pimpinan tertinggi partai. Sehingga menurutnya, semenjak Jokowi menjadi presiden, bukan tidak mungkin bila Ganjar juga diusung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi Capres 2024. Namun, dia mengaku tetap realistis. Karena anak dari Ketua Umum PDIP juga berpotensi kuat untuk diusung menjadi Capres 2024.

"Apakah Pak Ganjar nanti bisa seperti Pak Jokowi? Sekarang kan ada Puan yang berpotensi juga jadi Capres ataupun Cawapres," katanya.

"Jadi kita masih menunggu juga apakah masih akan berkutik di keluarga Megawati atau akan dibuka luas dan kasih kesempatan ke Pak Ganjar," lanjutnya.

Teguh mengatakan, meskipun loyalitas Ganjar terhadap partai dinilai kurang, namun ketenaran Ganjar di mata masyarakat tidak bisa dipungkiri lagi. Sementara itu, terkait modal utama Puan pada Pilpres 2024 mendatang, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan Puan merupakan anak dari Ketum PDIP.

"Mungkin loyalitas Ganjar dinilai kurang di mata partai, tapi elektabilitas Ganjar di mata masyarakat tinggi. Tapi kembali lagi semua keputusan ada di tangan Ketua Umum," katanya.

"Jadi walau Ganjar, RK (Ridwan Kamil) atau Anies sekalipun (elektabilitasnya tinggi) tapi tidak mudah bagi mereka (jadi capres)," kata Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Undip itu.

Sehingga, menurut Teguh, setinggi apapun elektabilitas Ganjar, namun dia melihat Ganjar bisa berpeluang 'kalah' jika tidak mendapatkan restu dari Megawati selaku Ketum Partai. Menurutnya, alangkah baiknya jika konflik internal PDIP ini segera diselesaikan dengan mempertemukan Ganjar dengan DPP partai. Dia melihat sebenarnya 'Puan vs Ganjar' ini hanyalah miskomunikasi belaka. Karena kata dia, tuduhan-tuduhan yang dilempar ke Ganjar tidak sepenuhnya benar.

"Konflik keduanya ini sebenarnya hanya miskomunikasi saja ya. Harusnya DPP PDIP bertemu sama Ganjar," katanya.

"Konflik ini juga terjadi karena sistem politik kita yang salah, bukan salah tapi lebih tepatnya PDIP ini unik, mereka punya aturan internalnya sendiri terkait pengusungan Capres," lanjutnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor