Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Rommy PPP Jelaskan Perbedaan Hoax soal Jokowi Dulu dan Sekarang

Politik

Rommy PPP Jelaskan Perbedaan Hoax soal Jokowi Dulu dan Sekarang

Sabtu, 15 Des 2018 10:12
Detik.com
Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menjelaskan perbedaan hoax terhadap calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) saat Pemilu 2014 dan sekarang. Saat 2014, Rommy berada di pihak Prabowo Subianto, yang berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Menurut Rommy, perbedaan terletak pada aktor yang menyebarkan. Pada 2014, penyebar hoax Jokowi adalah simpatisan, termasuk soal tabloid 'Obor Rakyat', yang menyebut Jokowi kader Partai Komunis Indonesia dan nonmuslim.

"('Obor Rakyat') itu simpatisan. Saya ada di tim resmi Prabowo dan saya memastikan itu bukan diciptakan oleh tim resmi. Tetapi sebagai tim resmi waktu itu, kami mengetahui," ucap Rommy, yang juga menjadi anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, selepas mengisi acara Rakornas Hukum dan Advokasi TKN, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2018).

Rommy menyatakan pernah melihat dumi 'Obor Rakyat'. Bahkan dia pernah diminta mengoreksi.

"Kemudian, saya sebagai ketua Divisi Staf Strategi Prabowo-Hatta (Hatta Rajasa), saya mengatakan saya tidak ikut-ikut karena ini hoax. Kalau memang kalah, nanti akan jadi masalah, dan betul jadi masalah," ucap Rommy.

Saat ini, menurut Rommy, penyebaran hoax justru dilakukan oleh Badan Tim Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga. Bahkan oleh Prabowo sendiri.

"Bukan hanya tim Prabowo, tapi Pak Prabowo sendiri saja sudah banyak hoax yang disampaikan. Seperti Indonesia bubar 2030, kan itu hoax. Orang adanya dari novel. Ratna Sarumpaet dipukuli, kan itu yang jumpa pers Pak Amin Rais, kan tokoh-tokohnya langsung," sebut Rommy.

Rommy merasa prihatin dalam kondisi itu. Ada degradasi di dalam tim pemenangan Prabowo.

"Jadi ini sudah menunjukkan penurunan kualitas manuver mereka karena dulu kan yang turun kroco-kroco, sekarang sudah bos-bosnya langsung yang turun," ucap Rommy.

Prabowo memang sempat dicap sebagai penyebar hoax karena ikut 'membesar-besarkan' isu soal penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Isu tersebut memang hoax setelah Ratna menyatakan sendiri bahwa dia tidak dianiaya.



(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor