Sekjen PDIP: Ada Saja yang Nyinyir Bicara Tanpa Melakukan Apa-apa
Admin
Senin, 02 Agu 2021 14:32
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi agar gotong royong dilakukan seluruh elemen bangsa berbasis semangat kemanusiaan.
Di tengah pandemi, kata Hasto, sudah sepantasnya semua pihak bersatu dan bergotong royong. Bukan hanya nyinyir dan bermanuver politik. Sementara Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin telah bekerja keras memimpin gerakan mengatasi permasalahan yang muncul.
"Penting bagi kita untuk berada dalam satu kesatuan gotong royong tanpa membedakan pilihan politik. Sebab ini persoalan bersama, persoalan Indonesia. Namun masih ada yang nyinyir, dan melakukan manuver-manuver politik. Kalau sudah kerja keras untuk rakyat, mungkin kritikannya bisa diterima. Tapi ada saja yang bicara tanpa melakukan apa-apa," ujar Hasto dalam keterangannya, Senin (2/8).
"Kami mengajak semuanya, mari kedepankan energi positif. Dalam pandemi ini, kita harus bergotong royong. Kita harus punya kesadaran bahwa rakyat kini sedang mengalami kondisi tak mudah dalam pandemi," imbuhnya.
Untuk itu, PDIP menggelar pelaksanaan pelatihan asisten tenaga kesehatan secara luring di Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (2/8) hari ini. Rekrutmen peserta terbuka tanpa memandang latar belakang politik.
"Meski pelatihan ini dilakukan PDI Perjuangan, tapi rekrutmen pesertanya terbuka. Karena yang penting itu kerja kemanusiaan. Kita harus bersama-sama sebagai warga bangsa. Itu pesan Ibu Megawati. Tak ada kata terlambat," ujar Hasto.
Hasto menyampaikan, pesan Megawati kepada para peserta pelatihan supaya terus bergotong royong. Peserta ini akan diintegrasikan dengan Satgas Covid baik pusat maupun daerah supaya bisa terlibat dalam kerja penanganan pandemi.
PDIP mengajak semua pihak untuk bekerja mengesampingkan motif politik elektoral dan mengutamakan optimisme rakyat untuk hadapi pandemi.
"Mari bekerja dengan semangat agar memastikan rakyat lebih baik. Mari kita kesampingkan motif politik elektoral. Namun mengutamakan bahwa rakyat bisa semakin menemukan optimisme dalam menghadapi pandemi," ujar Hasto.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak, Sri Rahayu, menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 982 peserta dari seluruh Indonesia. Latar belakang pendidikannya bermacam-macam. Dari SMK Kesehatan, hingga diploma 1, Diploma 3, dan S1 Kesehatan.
"258 pesertanya berjenis kelamin laki-laki dan 726 pesertanya perempuan," kata Sri Rahayu.
Sementara narasumber adalah dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Satgas Covid-19 Ganip Warsito, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan sejumlah ahli kesehatan yang akan berbagi pengalaman serta panduan dalam menghadapi pandemi ini.
Fakta lapangan yang ditangkap oleh PDIP, banyak pasien covid 19 yang masih terus meningkat, dimana fasilitas kesehatan tidak mampu menampung pasien. Sehingga banyak pasien yang melakukan isolasi mandiri.
Dalam isolasi mandiri pun, banyak yang tidak bisa dikontrol oleh Nakes karena kekurangan tenaga.
"Oleh karena itu sangat penting PDI Perjuangan ambil bagian bergotong royong dalam memberikan pendampingan dan edukasi bersama-sama petugas kesehatan atau Satgas Covid di seluruh Indonesia dengan mengadakan kegiatan pelatihan ini," kata Sri Rahayu.
Turut hadir pula dalam kegiatan ini Ketua DPP PDIP bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Ribka Tjiptaning. Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Prananda Prabowo, hadir secara virtual.