Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Selesaikan Persoalan Transmigrasi di Desa Tanjung Melayu, Komisi IV DPRD Inhil Gelar RDP

Advertorial

Selesaikan Persoalan Transmigrasi di Desa Tanjung Melayu, Komisi IV DPRD Inhil Gelar RDP

Laporan: Aditya Prahara
Senin, 16 Jan 2017 16:18
Suasana RDP Komisi IV DPRD Inhil dengan Disnaker dan Masyarakat Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuindra.
TEMBILAHAN-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) Menggelar Rapat  Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnaker) serta masyarakat Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuindra terkait dengan adanya pengaduan dari masyarakat yang berkaitan dengan Tranmigrasi di Desa Tanjung Melayu tersebut.

Masyarakat Desa Tanjung Melayu tersebut menyampaikan permasalahan tentang penempatan Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) ke Komisi IV DPRD.

"Pada awalnya sebelum transmigrasi di Tanjung Melayu pada tahun 2006 pihak pemerintah Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnaker) dengan Desa Tanjung Melayu menyampaikan 50 persen TPS dan 50 persen Transmigrasi Penduduk Asal (TPA) dan kesepamatan tersebut tidak akan berubah selama pelaksanaan," tutur Armain Saini yang juga merupakan Mantan Kepala Desa Tanjung Melayu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (16/01/17).

Dilanjutkannya kembali, pada pelaksanaa pembangaunan transmigrasi tahun 2016 pembangunan perumahan sebanyak 146 unit, namun dari Kecamatan Kuindra hanya diberi sebanyak 25 KK.

"Sehingga kesempatan untuk mengikuti program ketranmigrasian menjadi hilang dan hal ini tentu sangat merugikan bagi desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa," tuturnya.

Sedangkan, lanjutnya kembali, warga yang mau masuk transmigrasi adalah masih satu rumah dengan orang tuanya. "Maka dari itu, sangat penting bagi warga Desa Tanjung Melayu untuk mendapatkan kesepakatan masum transmigrasi," tuturnya.

Sementara itu Kepala Disnaker Indragiri Hilri, Masdar menungkapkan bahwa pada tahun 2016 lalu mengungkapkan bahwa dianggarkan sebanyak 18 M telah dianggarkan untuk pembangunan di daerah transmigrasi.

"Kita telah anggarkan untuk pembangunan perumahan, pembangunan jalan, kanal, penebangan pohon di areal trans, pembangunan postu pembangunan rumah UPT, Masjid, pembangunan sumur bot, sumur cincin dan pelabuhan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Indragiri Hilir, Adriyanto menungkapkan bahwa akan dilakukan penambahan KK untuk warga setempat.

"Awalnya ada 31 KK untuk warga setempat dan 5 KK warga luar (Jawa, red). Jadi hasil kesepakatan bersama tadi diputuskan bahwa dilakukan penambahab 17 KK pada tahun 2017 ini,"ungkapnya (dit) 

Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor