Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Survei IPO: Pertama Kalinya Elektabilitas Prabowo Tak Masuk Tiga Besar

Survei IPO: Pertama Kalinya Elektabilitas Prabowo Tak Masuk Tiga Besar

Admin
Sabtu, 14 Agu 2021 13:57
SINDOnews.com
JAKARTA - Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengeluarkan hasil survei yang dilakukan 2-10 Agustus 2021. Hasil survei menunjukkan elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak masuk dalam tiga besar calon presiden (Capres).

Tokoh dengan elektabilitas tertinggi adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di angka 18,7%. Runner-up di tempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 16,5%. Posisi ketiga ditempati Menparekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 13,5%.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, elektabilitas Prabowo Subianto bahkan berada di posisi kelima dengan elektabilitas 7,8%. Bahkan angka itu berada di bawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menempati posisi keempat dengan elektabilitas 9,9%. "Ini untuk pertama kalinya Prabowo keluar dari dominasi bahkan 4 besar, Prabowo hanya mampu mencapai urutan ke lima, itu di bawah AHY," kata Dedi dalam diskusi MNC Trijaya, Sabtu (14/8/2021). 

Nama Prabowo dianggap tidak stabil dan hasilnya naik turun. Sementara itu tiga nama teratas saat ini masih berada di puncak dan tetap stabil di antaranya Anies, Ganjar, dan Sandiaga Sementara itu ada sejumlah nama yang baru mulai meningkat elektabilitasnya seperti calon presiden Menteri BUMN Erick Thohir elektabilitas mencapai 4,7%, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,2%, Mendagri Tito Karnavian dengan elektabilitas 3,6%, dan nama lain yang mengejutkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. 

"Zul Kifli Hasan muncul dengan elektabilitas 1,9%. Meski masih di bawah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 2,5%. Namun unggul atas Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani 0,9% yang balihonya dimana-mana," tambanya.

Survei menggunakan teknik multistage random sampling untuk pengambilan sampel. Jumlah representasi sampel sebanyak 1200 responden. Survei memiliki sampling error 2,5 persen dengan tingkat akurasi data 97%.
Sumber: SINDOnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.