Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Politik
  • Workshop Pemilu Damai Bebas Hoax PWI-Pemko Dumai Bertabur Bingkisan

Workshop Pemilu Damai Bebas Hoax PWI-Pemko Dumai Bertabur Bingkisan

Laporan St. Rky. Basa
Selasa, 23 Jan 2024 20:17
Workshop Pemilu Damai Bebas Hoax yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, bersama Pemerintah Kota Dumai, Selasa (23/1).

DUMAI-Semua kalangan bergembira ria, mulai dari kalangan wartawan, keluarga, mitra kerja hingga petugas kebersihan kebagian bingkisan yang disediakan panitia dalam kegiatan Workshop  Pemilu Damai Bebas Hoax yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, bersama Pemerintah Kota Dumai, Selasa (23/1).

 

Acara yang dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Harian Dumai Pos Bambang Rio Hendriyanto itu menghadirkan nara sumber, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kota Dumai Khairil Adli, Kapolres Dumai, diwakili Kabag Ops Kompol Mahendra Yudi Lubis, SH, MH, Ketua Komisi Pemilihan Umum Darwis, Kajari Dumai diwakili Kepala Seksi Intel Abu Nawas, SH, MH serta Badan Pengawas Pemilu Kota Dumai saling memberikan memberikan materi terkait Sosialisasi, Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2024.

 

Dalam kegiatan, yang berlangsung di Panggung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh tersebut, Bambang Rio dengan suara khas penyiarnya terlihat mampu mengulik, informasi dari para narasumber tentang srategi “Menciptakan Pemilu Tahun 2024 di Kota Dumai yang Damai dan Bermartabat,” sesuai dengan tema Workshop dimaksud.

 

Pertanyaan Moderator kepada Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kota Dumai Khairil Adli, mengapa Hoak bisa perjadi di era perkembangan tekhnologi dan informasi saat ini, mampu menguak tabir betapa besarnya penyebaran berita hoak melalui media sosial di Indonesia saat ini.  

 

Dari rilis Kominfo dari 272 juta penduduk Indonesia 77,2%  nya menggunakan Internet. Internet ini paling tinggi digunakan untuk Media Sosial 89,15%, Chatting Online 73,82% dan Shopping Online 21,26%. Selanjutnya, penggunaan Internet paling banyak ada digunakan untuk Media Sosial senilai 89,15% dan sedangkan yang melakukan berita hoax ini banyak menyebar di Media Sosial.

 

“Nah kalau dulu ada pepatah kita yang menyebut, mulutmu harimaumu, yang akan menerkam kepalamu, maka di era tekhnologi informasi saat ini yang bisa terjadi terhadap kita adalah, jarimu, bisa menjeratmu, makanya kita mesti berhati-hati sebelum memposting sesuatu” terang Adli.

 

Untuk itulah Adli berharap generasi gen Z dan Milenial serta orang tua dan para  pemilih dalam pemilu 2024 nanti dapat menggunakan internet untuk media sosial guna dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan dalam pemilu 2024 guna mencegah menyebar informasi hoax, dan tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum teruji Dan terbukti kebenarannya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Dumai, Darwis menyebutkan berita hoax perlu diantisipasi untuk menciptakan Pemilu yang damai dan bermartabat dengan munculnya kesadaran semua pihak untuk menaati aturan yang ada.

 

Semoga Workshop yang kita selenggarakan ini, dapat merumuskan alasan dan strategi apa guna melakukan pencegahan dan penanggulangan karena pada prinsipnya kita semua mencegah penyebaran hoax untuk Pemilu yang Damai," tukas Darwis

 

Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar menegaskan, bahwa sesungguhnya, sebuah berita HOAX bukanlah muncul dari produk wartawan, karena seorang wartawan terikat dalam bingkai kode etik dan memiliki regulasi dalam melahirkan sebuah produk pemberitaan. (St. Rky. Basa)

 

 

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.