Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Politik
  • PNBP Imigrasi Riau Melejit 182 Persen, Komisi XIII DPR RI Soroti Potensi Jalur Tikus Pelabuhan Dumai

Berita

PNBP Imigrasi Riau Melejit 182 Persen, Komisi XIII DPR RI Soroti Potensi Jalur Tikus Pelabuhan Dumai

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Feb 2026 15:18
(FotoGoriau.com)
DUMAI â€" Komisi XIII DPR RI menyoroti kinerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau yang mencatatkan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 182 persen pada tahun 2025. Meski melampaui target, posisi strategis Riau di bibir Selat Malaka tetap menuntut pengawasan ketat terhadap ancaman kejahatan transnasional.

Dalam kunjungan kerja spesifik pada Kamis (6/2/2026), rombongan wakil rakyat memantau langsung tata kelola keimigrasian di wilayah pesisir. Kota Dumai menjadi titik fokus karena statusnya sebagai gerbang internasional yang rawan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 pihaknya berhasil meraup PNBP sebesar Rp112,6 miliar. Angka ini melonjak tajam dari target awal yang hanya dipatok Rp61,8 miliar.

"Kami terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar pengawasan berjalan efektif. Pendekatan yang kami lakukan adalah pencegahan, penegakan hukum yang terukur, serta pelayanan yang transparan dan akuntabel," tegas Agung Prianto di hadapan anggota dewan.

Selain soal angka, Agung membeberkan tantangan nyata di lapangan. Wilayah pesisir Riau memiliki banyak titik rawan yang kerap dimanfaatkan oknum sebagai jalur ilegal menuju Malaysia. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, menjelaskan pihaknya telah mengoptimalkan pengawasan di pelabuhan internasional. Sinergi bersama TNI, Polri, serta Bea Cukai diperkuat untuk menutup celah pelintasan ilegal.

Ketua Tim Komisi XIII DPR RI, Mafirion, menilai posisi Dumai sangat strategis sebagai etalase wajah negara. Pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja Imigrasi Riau, namun tetap menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan di jalur pelayaran terpadat dunia tersebut.

"Dumai adalah titik penting kepentingan nasional. Penguatan fungsi keimigrasian di sini tidak bisa ditawar lagi mengingat kompleksitas tantangan yang ada," jelas Mafirion. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.