Sabtu, 20 Jun 2026
Lewati Jalan Terjal di Bibir Jurang,
Bupati Kampar Motivasi Masyarakat Hingga Bertemu Korban Amukan Beruang di Desa Tanjung Karang
Laporan: Tim Spirit
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 26 Jun 2020 20:29
TANJUNG KARANG - Banyak desa yang berada di dalam kawasan hutan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, salah satu adalah Desa Tanjung Karang. Hari ini, Jum'at (26/6/2020) desa ini mendadak ramai karena kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kampar yakni Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dan beberapa orang pejabat dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto yang bergelar Datuok Rajo Batuah itu hadir untuk membuka kegiatan konvergensi intervensi penurunan stunting 2020. Dipilihnya Tanjung Karang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Hal ini karena desa yang dipimpin Kades H Jumaryanto ini masih tercatat sebagai desa locus stunting dan diantara tiga desa yang tak terentaskan pada tahun 2019.
Perjalanan menuju Desa Tanjung Karang sendiri cukup memakan waktu karena jarak tempuh dari Kota Bangkinang cukup jauh, lebih dari 100 kilometer. Salah satu yang mengesankan dalam perjalanan ke Tanjung Karang dan beberapa desa di sini adalah karena di sepanjang perjalanan terutama setelah dari Desa Teluk Paman Timur, rute yang dilalui cukup menegangkan karena banyak melewati perbukitan yang terjal ditambah lagi posisi jalan yang banyak berada di bibir jurang.
Belum lagi di beberapa titik menuju Tanjung Karang kita menemui jalan yang masih melewati tumpukan lumpur yang padat karena belum semua jalan diaspal atau dibeton.
Di tengah jalan kita juga menemui beberapa badan jalan yang tertimbun tanah akibat longsor di tebing pinggir jalan. Hanya sebagian ruas jalan provinsi ini yang telah dirigid beton.
Bupati Kampar dalam pengarahannya ketika membuka kegiatan konvergensi intervensi penurunan stunting di hadapan masyarakat Tanjung Karang dan Kepala Dinas Provinsi Riau Hj Mimi Yuliati Nazir, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Dedy Sambudi, Tim Penanganan Stunting Kabupaten Kampar dan pejabat lainnya menyampaikan bahwa untuk sampai di
Desa Tanjung Karang butuh keikhlasan dan perjuangan.
"Kami hadir memastikan kehidupan dan perilaku masyarakat di desa ini dan sekitarnya. Walaupun jauh dari pusat pemerintahan, jauh dari pusat kota tetapi saya berharap masyarakat saya di sini tetap semangat. Bupati hadir di sini memastikan kedekatan bupati dengan rakyat. Jangan pernah merasa sendiri," ujar Catur.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar dua periode dari Partai Golkar ini juga memastikan bahwa apa yang yang diminta kepala desa dalam sambutannya akan dikabulkan. "Akan saya kabulkan semasa jabatan saya. Saya kabulkan Insya Allah. Masih ada dua tahun masa jabatan saya Insya Allah apa yang diminta kades kita beri semuanya," tegas Catur yang disambut tepuk tangan masyarakat Tanjung Karang.
Ia menambahkan, kehadirannya bersama beberapa kepala organisasi perangkat daerah di Pemkab Kampar punya komitmen yang jelas untuk membangun negeri, menata kota dan membangun desa.
Berkenaan adanya kekurangnyamanan masyarakat di sini akibat adanya selisih paham antar warga dengan warga lainnya dan permintaan Kades agar ada pos polisi di Desa Tanjung Karang maka Catur akan menyampaikan hal ini kepada Kapolres Kampar. "Kalau ada tanahnya makan akan dibangun pos," ulas Catur.
Dalam kesempatan ini Catur juga berpesan kepada masyarakat agar jangan sampai ada kebakaran hutan dan lahan karena kalau hal ini terjadi maka pemerintah dan masyarakat akan repot dan tertanggu akibat asap.
Usai membuka kegiatan ini, Catur didampingi Kadis Kesehatan Riau dan rombongan lainnya berjalan kami menemui masyarakat dari rumah ke rumah sambil membagikan makanan tambahan dan susu untuk balita dan membagikan bantuan sembako. Seperti biasa Catur juga berdialog dengan masyarakat menanyakan kondisi dan apa saja kendala yang dihadapi masyarakat.
Di sela-sela blusukannya itu Catur juga bertemu korban amukan beruang Anisman (45). Peristiwa yang menimpa ayah tiga orang anak itu terjadi pada 4 September 2019 lalu saat ia bersama rekannya usai memancing dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Ia sempat dirawat satu bulan lebih di dua rumah sakit di Pekanbaru.
Saat ini kondisi Anisman cukup memprihatinkan karena salah satu kakinya yang dicakar-cakar beruang tidak berfungsi maksimal dan ukurannya mengecil. Di beberapa bagian tubuhnya masih terdapat luka bekas cakaran beruang.
Kepada Bupati Catur Anisman mengaku tak bisa lagi leluasa bergerak dan mencari nafkah. Mendengar cerita Anisman Catur terlihat tertegun dan memberi Anisman bantuan uang dan meminta kepada kepala desa agar memperhatikan Anisman dan memasukkan dalam program bantuan sosial.
Sementara itu Kades Jumaryanto dalam sambutannya menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Diantaranya mengenai ruas jalan Lipatkain-Tanjung Permai ini sering longsor dan menutupi badan jalan.
Dibidang lain, masyarakat Tanjung Karang dan beberapa desa sekitar masih kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat luar karena tidak ada jaringan seluler. Bahkan ia mengakui, masyarakat harus mendaki bukit, salah satu Bukit Sianik untuk mendapatkan sinyal handphone.
Desa yang dihuni 155 kepala keluarga ini diharapkan bebas dari stunting. "Terjadinya stunting salah satu diakibatkan kurang memadainya jamban. Masyarakat punya wc tapi tidak memiliki saptic tank," ungkapnya.
Desa ini juga meminta pengadaan mobil ambulan karena jauh dari pusat kota. Selanjutnya rehab gedung sekolah dan pembangunan turap penahan tebing.
Jumaryanto juga mengusulkan pemberian insentif untuk ninik mamak.***(hir)
komentar Pembaca