Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Mega Proyek Payung Elektrik di Masjid Agung An Nur Riau Rp 42 Miliar Dituding Mubazir

Mega Proyek Payung Elektrik di Masjid Agung An Nur Riau Rp 42 Miliar Dituding Mubazir

Admin
Jumat, 17 Jun 2022 16:53
pekanbaru.tribunnews.com

Pembangunan payung elektrik raksasa di Mesjid Annur Provinsi Riau disorot, banyak gunakan anggaran dan dituding mencari keuntungan oleh oknum. 

Manager Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau Taufik menyayangkan adanya proyek pembangunan payung elektrik raksasa di Mesjid Annur Provinsi Riau, apalagi sampai menyiapkan anggaran Rp42 Miliar.

"Kalau dilihat dari asas manfaatnya memang tak pantas pembangunan payung tersebut dibangun. Jika dilihat dari banyaknya rumah ibadah yang harus di akomodir untuk dibantu,"ujar Taufik.

Menurut Taufik, persoalan pembangunan pengadaan payung ini seharusnya memperhatikan dampak bagi masyarakat, jika tujuannya hanya untuk sekedar pembangunan untuk bermegah ini justru pemikiran konsep pembangunan yang salah.

"Apa urgensi pembangunan payung tersebut dalam beribadah?. Kalaulah Hanya tujuannya untuk menarik wisatawan religi ini justru tak berfaedah dan jelas ini ada poin keuntungan yang ingin dituju oleh pemerintah,"jelas Taufik. 

Mungkin saja lanjut Taufik, dampak pendapatan dan juga dampak dari mega proyek yang nilainya Rp 42 miliar ini yang ingin dikejar karena ada untung yang besar yang di buru bagi mereka yang punya kepentingan. 

"Gubenur harus tau, makna tujuan sarana ibadah dibangun adalah untuk pendekatan spiritual kepada sang pencipta dan kalau ada niat dan tujuan pembangunan sarana mesjid diluar dari itu artinya gubenur memanfaatkan keadaan untuk mengambil kepentingan keuntungan,"jelas Taufik.

Apalagi lanjut Taufik, mesjid adalah sarana ibadah bukan sarana tempat wisata kalau mesjid dijadikan sebagai ruang keuntungan bisnis disana.

"Itu tak boleh. Jelas dugaan gubenur mengambil kepentingan dalam pembangunan pengadaan tenda ini karena tidak ada korelasi dengan ibadah dan tenda,"jelasnya.


Sisi lain menurut Taufik, mesjid adalah tempat ibadah yang harus dibuat senyaman mungkin tetapi jika rumah ibadah mesjid An-Nur yang menjadi fokus pemerintah untuk pembangunan pada belanja 2022 dan pembangunannya.


"Bukan untuk rehab atau untuk memperbaiki,ataupun memperluas mesjid tapi justru tahun 2022 ini direncanakan untuk pengadaan tenda hal ini dinilai sangat disayangkan, keliru dan mubazir,"jelasnya.

Taufik juga mempertanyakan ketahanan tenda yang rencana dibangun tersebut tahannya berapa lama, dan nanti pasti akan rusak dan tentunya habis begitu saja. Gubenur sangat mubazir dalam bersikap membelanjakan anggaran itu

"Gubenur harus mengerti masih ada yang butuh untuk di dahulukan. Mesjid dan gereja serta tempat-tempat ibadah lain. perlu juga dukungan pembiayaan dari belanja APBD 2022 ini,"ujarnya.

Terutama sarana ibadahnya juga sudah tak layak lagi dan harus dibangun. Gubenur seharusnya hadir disini untuk mengarahkan belanja Pada sarana prasarana tempat ibadah yang rusak untuk dibangun dalam belanja 2022. 

Selain itu lanjut Taufik, Gubenur akhir ini juga dilihat dari belanja 2022 sangat bernafsu dalam mengejar proyek proyek infrastruktur.

Apa yang sebenarnya yang ingin dikejar gubenur?, Proyek-proyek yang di bangun dalam belanja 2022 ini juga tak berdampak positif bagi masyarakat riau sendiri. 

"Setelah pembangunan Lapangan tenis yang menelan pembiayaan miliaran rupiah ini pembangunan tenda mesjid yang di coba digagas gubenur dalam belanja 2022.,"ujar Taufik.

"Ada kepentingan apa gubenur. Tendensius sekali dalam menghamburkan uang. Apakah ada udang dibalik batu dalam pembangunan/pengadaan infrastruktur ini ?,"dipertanyakan Taufik.

Untuk itu, Taufik meminta, Gubernur syamsuar jangan hianati kepercayaan publik dalam pengelolaan keuangan. Ia mendesak batalkan semua proyek-proyek yang tak memihak ke publik.


Diakhir periode ini seharusnya gubenur lebih bersifat bijak dan efisien dalam penggunaan anggaran belanja karena masih banyak Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh beliau yang masih butuh untuk mengejar target capaian. 

"Dilihat dari belanja anggaran tahun 2022 kemungkinan masih ada lagi kegiatan kegiatan Pemprov yang tidak memihak kepada kondisi daerah. Selain pembangunan lapangan tenis, pembangunan tenda itu,"jelasnya.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.