Berita satu.com
Motor listrik saat ini semakin ramai digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif kendaraan yang ramah lingkungan. Banyak pilihan tersedia untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari segi warna, desain, hingga fitur tambahan.
Namun, tidak semua orang mengetahui motor listrik memiliki sistem penyimpanan energi yang berbeda. Ada motor listrik dengan baterai tanam yang terpasang permanen dan ada juga motor listrik dengan baterai lepas-pasang yang lebih fleksibel.
Keduanya memiliki karakteristik, keunggulan, serta kelemahan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari. Lalu, apa saja perbedaan motor listrik baterai tanam dan baterai lepas-pasang? Berikut ini penjelasannya.
Motor Listrik dengan Baterai Tanam
Motor listrik dengan baterai tanam sering disebut sebagai built-in battery. Jenis motor ini memiliki baterai yang terintegrasi langsung ke dalam rangka motor. Baterai tersebut memang dirancang agar tidak bisa dilepas-pasang oleh penggunanya.
Proses pengisian daya dilakukan cukup dengan mencolokkan charger ke port yang tersedia pada motor, sehingga pengguna tidak perlu repot melepas baterai.
Keunggulan motor listrik dengan baterai tanam terletak pada desainnya yang lebih ramping dan modern. Karena baterai tersembunyi di dalam rangka, tampilan motor menjadi lebih estetik.
Keamanan juga lebih terjamin sebab risiko pencurian baterai dapat diminimalisir. Dari sisi performa, distribusi beban motor telah diperhitungkan produsen sehingga stabilitas saat digunakan lebih konsisten. Perawatan fisik motor juga relatif lebih minim.
Meski demikian, motor listrik dengan baterai tanam memiliki beberapa kelemahan. Waktu pengisian baterai cenderung lebih lama, bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hingga penuh.
Jika baterai mengalami kerusakan, biaya penggantian biasanya lebih mahal dan prosesnya tidak sederhana karena baterai menyatu dengan rangka. Keterbatasan lain adalah kurangnya fleksibilitas, sebab motor tidak bisa langsung digunakan kembali ketika baterai habis. Salah satu contoh motor listrik dengan baterai tanam adalah NIU NQi Sport.
Motor Listrik dengan Baterai Lepas-pasang
Berbeda dengan tipe sebelumnya, motor listrik dengan baterai lepas-pasang didesain agar baterainya dapat dikeluarkan dengan mudah oleh pengguna. Proses pelepasan tidak memerlukan alat khusus sehingga lebih praktis.
Untuk pengisian ulang, pengguna bisa mengisi baterai di rumah menggunakan charger khusus atau menukar baterai kosong dengan baterai penuh di stasiun pertukaran atau swap station.
Keunggulan motor listrik dengan baterai lepas-pasang terletak pada fleksibilitas dan efisiensi waktu. Pengguna tidak perlu menunggu lama saat baterai habis, cukup menggantinya dengan baterai yang sudah terisi penuh.
Stasiun pertukaran baterai yang mulai banyak tersedia di kota-kota besar juga memberikan kemudahan bagi pengguna. Dari sisi perawatan, motor jenis ini lebih praktis karena jika terjadi kerusakan pada baterai, pengguna hanya perlu membawa baterainya saja tanpa harus membawa seluruh motor.
Namun, motor listrik tipe ini juga memiliki kekurangan. Stasiun pertukaran baterai belum merata di seluruh daerah sehingga pengguna tidak bisa sepenuhnya mengandalkan motor ini untuk perjalanan jarak jauh ke wilayah yang belum terjangkau.
Baterai yang sering dilepas dan dipasang juga lebih rentan mengalami penurunan daya tahan. Selain itu, risiko pencurian lebih tinggi karena baterai dapat dengan mudah dilepas. Beberapa contoh motor listrik dengan baterai lepas-pasang adalah Honda EM1 dan Gogoro Viva Mix.
Baik motor listrik dengan baterai tanam maupun baterai lepas-pasang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Motor listrik dengan baterai tanam lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan desain estetik, keamanan, dan stabilitas performa.
Sebaliknya, motor listrik dengan baterai lepas-pasang lebih ideal bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, efisiensi waktu, dan kemudahan pengisian daya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com
Tehnologi