Travel
Ada Danau Baru di Gunung Semeru
Sabtu, 07 Mei 2016 14:01
MENDAKI ke Gunung Semeru memang memiliki pemandangan berbeda, dimana terdapat danau yang bisa dinikmati saat liburan panjang.
Menjelajah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang membutuhkan waktu berhari-hari. Terutama menikmati keindahan Danau Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut. Ada alternatif tempat camping yang bisa menjadi alternatif.
Ada dua danau di kawasan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, yang bisa menjadi tujuan, yakni Danau Ranupani dan Ranu Regulo.
Berada di ketinggian sekira 2.100-2.200 meter di atas permukaan laut dan lokasinya berdekatan dengan pos perizinan para pendaki yang akan menuju Ranu Kumbolo atau Gunung Semeru.
Tak heran jika kedua danau ini menjadi alternatif para pendaki yang ingin berwisata alam ketika Semeru ditutup untuk pendakian.
Para pendaki yang antre juga memanfaatkan kedua danau ini menjadi lokasi bermalam sebelum melanjutkan ke Ranu Kumbolo atau Semeru.
Kawasan Ranu Regulo masih terlindungi dari ancaman sedimentasi dan serangan tanaman invasif yang disebut salvinia molesta atau sejenis eceng gondok yang sudah menyerang danau Ranupani. Keindahan alam sekitar Ranu Regulo juga tak kalah dengan Ranu Kumbolo.
Perbukitan di sekelilingnya juga masih terawat dan tidak dikelilingi sawah. Coco sebagai lokasi camping bagi mereka yang tak punya jatah libur panjang.
Aneka satwa endemik seperti burung trocokan dan cucak ijo uga masih bisa dilihat di awasan ini. Sapuan kabut berikut suara deru angin yang mendesis membuat kerasan pengunjung. "Kalau bosan di kota, suasana di Ranu Regulo bisa menghilangkan penat," kata Dyah Pitaloka, salah satu wisatawan dari Malang.
Berbeda dengan Ranu Regulo, kondisi Danau Ranu Pani kini sedang mengalami pendangkalan hebat karena sedimentasi. Belum ancaman tanaman salvinia molesta yang pertumbuhannya cukup invasif menutupi air danau.
Kondisi ini juga disesalkan salah satu warga setempat, Sukodono. Menurutnya, sedimentasi di Ranupani semakin parah setelah tahun 2010-an karena bersamaan dengan tumbuhnya salvinia molesta.
"Butuh kepedulian semua pihak, tidak hanya warga desa untuk mengatasi sedimentasi," ujar Sukodono, beberapa hari lalu.
Ia juga menyesalkan banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan sehingga banyak terlihat sampah yang juga masuk ke kawasan danau.
Warga Ranupani, kata dia, dulu memanfaatkan air danau untuk kebutuhan sehari-hari, namun saat ini tidak bisa karena airnya keruh dan bercampur limbah kimia dari sawah warga.
Lokasi Ranupani dan Ranuregulo memang tak terpaut jarak yang jauh. Hanya dipisahkan sebuah bukit dan mengikuti petunjuk arah dari Danau Ranupani ke arah timur. Sekira 10 menit berjalan dari Ranupani. (okezone.com)
5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet
JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun
Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang
Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba
Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung
Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin
Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram
Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy
Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa
Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji