Asiknya Melayang di Atas Permukaan Embung Terpadu Dayun Siak, Objek Wisata Desa Cocok untuk Outbond
Admin
Rabu, 31 Agu 2022 09:54
SIAK - Bepergian keluar kota bersama keluarga untuk rekreasi, terlebih di akhir pekan merupakan kelaziman bagi masyarakat kabupaten Siak sejak dahulu.
Namun saat ini, bepergian keluar kota tidak lagi menjadi prioritas utama berkat munculnya objek-objek wisata baru di Siak.
Salah satu objek wisata yang tengah naik daun di kabupaten Siak adalah Embung Terpadu Dayun. Lokasinya berada di kampung Dayun, kecamatan Dayun, kabupaten Siak. Waktu tempuh dengan mobil dari Istana Siak ke Embung Terpadu Dayun ini diperkirakan 20 -25 menit.
Dari Istana Siak, berkendara melewati jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL). Ambil jalan lurus dari bundaran simpang empat Mempura setelah menuruni jembatan megah tersebut. Sekitar 15-20 menit Anda akan tiba di simpang tiga Dayun. Berbeloklah ke kiri sejauh 4 Km, akan terlihat rambu Kampung Wisata Dayun sebelah kanan.
Dari rambu yang berada di pinggir jalan Perawang -Buton itu, masuk ke dalam sejauh lebih kurang 900 meter. Ada decak kagum saat melihat hamparan embung dengan segala fasilitasnya di sana.
Parkiran sepeda motor, mobil dan bus sangat luas di bagian atas kawasan embung. Berwisata ke Embung Terpadu ini tidak akan merogoh kocek seperti di tempat-tempat lain di Indonesia. Masuk ke kawasan wisata ini tidak dipungut biaya, relatif aman dan sangat bersahabat.
Kawasan ini cocok untuk bersantai bersama keluarga dan juga untuk outbond bersama teman kantor atau organisasi. Wahana permainan yang tersedia cukup lengkap dan harga sangat terjangkau. Di Siak, flying fox belum familiar. Nah, di embung Terpadu Dayun ini, bisa menikmati permainan flying fox dengan ongkos hanya Rp 20 ribu per orang.
Flying fox menjadi wahana terfavorit di embung terpadu Dayun ini. Anda bisa antre di menara utama di bagian pintu masuk untuk menikmati wahana ini. Setelah instruktur memasangkan saffety belt dan helm, bersiaplah melayang di atas permukaan embung sejauh lebih kurang 150 meter.
“Flying fox termasuk wahana yang favorit di embung terpadu Dayun, terlebih bagi anak -anak remaja. Wahana lain juga tidak kalah diminati wisawatan,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Dayun Nuvico Fisuri, Selasa (30/8/2022).

Wahana lain yang juga menggoda dan menantang adrenalin masih banyak. Sebelum ke sana, alangkah baiknya mengabadikan setiap momen kunjungan. Lokasi zona foto sebanyak-banyaknya dengan latar yang bervariasi. Content Cretaor juga sangat cocok menjadikan kawasan ini untuk konten-konten menariknya.
“Ya saya pikir akan menambah viewernya bila ngonten di sini,” kata Nufico sambil tertawa.
Sebab di pinggiran embung terdapat gazebo-gazebo unik dan teduh. Duduk di sana bersama pasangan akan diwarnai dengan kecipak ikan di permukaan air embung. Angin sepoi terasa menampar-nampar pipi dengan lembut yang membuat suasana terasa lebih nyaman.
Di samping itu, aneka jajanan di standboth yang tersusun rapi menambah unik suasananya. Jajanannya pun menggugah selera. Minuman -minuman dingin, serta makanan ringan masakan khas masyarakat Dayun dapat ditemui di kawasan ini. Petugas dari Pokdarwis juga sangat ramah untuk memandu wisatawan yang datang ke lokasi ini.
“Di kawasan Embung Terpadu Dayun juga sudah lengkap fasilitas umumnya, ada musala, toilet dan kantin serta ragam penganan tradisional dan pernak -pernik,” kata dia.
Di sebelah kanan embung juga terdapat jogging track yang bisa dimanfaatkan untuk olahraga baik pagi atau sore hari. Pohon -pohon rindang yang di bawahnya terdapat berbagai fasilitas wisata melengkapi kesempurnaan kawasan ini.
“Banyak wisatawan yang mengatakan biasanya hanya melihat hamparan perkebunan sawit bila datang ke Dayun, namun saat ini ada pemandangan berbeda yang sangat bagus. Pemandangan berbeda itu adalah Embung Terpadu Dayun,” kata Nuvico.
Wahana lain yang patut dicoba di sini adalah sepeda air. Anda akan menikmati sensasi bersepeda untuk memecah ketenangan permukaan embung. Ikan-ikan akan berkecipak, menambah alami suasana di desa ini. Harga untuk menikmati kereta air hanya Rp 10.000 per orang. Ekonomis.
Wahana lain yang patut dicoba adalah shaking bridge. Wahana ini cukup menantang dengan jembatan terhubung antara pohon ke pohon. Harga per orang untuk menguji mental di wahana ini hanya Rp 15.000 per orang.
Wahana yang paling ekonomis harganya adalah kereta putar, yang biasanya digandrungi anak-anak SD. Bagi anak-anak juga ada wahana mobil remot, dan wahana lain sekaligus untuk memperkuat otot-otot tangan adalah monkey bridge.
Penghulu Kampung Dayun Nasya Nugrik menyebut ia dan masyarakat Dayun pada umumnya tidak menyangka kawasan itu berubah menjadi objek wisata andalan. Sebab sebelum 2018, kawasan itu hanyalah embung buatan sebagai cadangan air untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan desa Dayun termasuk desa tertinggal. Berkat tangan dinginnya, Nasya dan pemuda setempat menggarap embung itu menjadi seperti sekarang.
“Ini kami mulai pada 2018 lalu, kami terus mengkayakan fasilitas dengan anggaran desa dan beberapa bantuan dari perusahaan,” kata dia.
Seiring berjalannya waktu dan pembenahan dilakukan di mana-mana, maka tingkat kunjugan bertambah. Pada Juni lalu, jumlah pengunjung sebanyak 2067 orang dan Juli 1392 orang. Sebelumnya jumlah pengunjung sangat ramai. Dapat dilihat dari datanya pada Januari 14.519 orang, Februari 7.210 orang, Maret 5.520 orang, April 557 orang dan Mei mencapai 32.976 orang.
“Tahun lalu kawasan ini sudah memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) bersih Rp 60 juta, sebab banyak sekali anggaran pendapatan untuk membenahi dan menyempurnakan fasilitasnya,” kata dia.
Nasya mengatakan, pada libur lebaran Idul Fitri 1443 H kemarin, pendapatan dari tingkat kunjungan mencapai Rp 116 juta. Pihaknya telah mempekerjakan sebanyak 12 orang di kawasan tersebut, selain itu menampung puluhan pedagang dari warga setempat.
“Sejak adanya kawasan Embung Terpadu ini dan mendapat kunjungan banyak orang, maka ekonomi masyarakat setempat membaik,” kata dia.
Kawasan tersebut merupakan lahan milik desa Dayun. Saat ini yang sudah tergarap menjadi kawasan Embung Terpadu Dayun seluas 2,6 Ha.
“Pada 2020 kami ikut lomba desa wisata tingkat provinsi Riau, Alhamdulillah kami juara I,” kata Nasya.

Pada 2022 ini Desa Dayun masuk 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI. Berkat masuk 50 besar ADWI 2022, desa Dayun ini mendapat sponsor dari Bank BCA. Bank BCA akan melakukan pendampingan, promosi dan lain-lain selama setahun penuh. Sedikitnya ada Rp 500 juga uang yang akan digelontorkan BCA untuk memajukan kawasan Embung Terpadu Dayun tersebut.
“Saat ini sudah bisa camping di kawasan namun fasilitas tenda dan perlengkapan camping silakan bawa sendiri. Rencananya kami juga akan menyediakan perlengkapan camping ke depannya,” kata dia.
Bagi pengunjung berombongan yang akan memesan makanan dan outbond juga bisa. Namun harus direservasi jauh-jauh hari sebelumnya sehingga Pokdarwis setempat bisa mempersiapkan kebutuhan pengunjung lebih baik.
Dikunjungi Menparekraf RI Sandiaga Uno
SIAK - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai Embung Terpadu Desa Wisata Dayun adalah paket komplit. Bahkan diprediksi bisa menang ADWI 2022, di kategori Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE.
Pernyataan itu disampaikan Sandiaga Uno kepada media saat berkunjung ke Embung Terpadu Desa Wisata Dayun,Sabtu (20/8/2022) lalu. Ia ikut mendorong kampung Dayun bisa memenangkan ADWI 2022, seperti desa Koto Mesjid di Kampar yang tembus dua besar pada ADWI 2021 lalu.
Sandiaga Uno juga menyebut dirinya bangga bahwa Dayun terpilih 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia. Dayun menjadi desa wisata yang menunjukkan paket komplit, awalnya embung yang menjadi sumber air untuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat ini berubah menjadi desa yang banyak dikunjungi wisatawan.
“Allah SWT membukakan untuk peluang usaha, sampai ratusan masyarakat datang dan menikmati sampan dengan ongkos hanya Rp 10.000. Kunjungan wisata yang membawa berkah. Alhamdulillah,” kata dia.
Lokasi embung terpadu ini juga dekat dengan danau Zamrud, yang merupakan danau gambut terluas kedua di dunia. Sandi meminta agar semua pihak terus beradaptasi, berinovasi dan kolaborasi untuk menampilkan desa pariwsiata berbasis masyarakat berkelanjutan.
“Kita dorong terus apalagi sudah ada Bank BCA yang melakukan pendampingan untuk setahun ke depan. Ini menjadi semangat kita bahwa bukanlah Indonesia yang membangun desa tapi desa yang membangun Indonesia,” kata dia.
Bupati Siak Alfedri bahkan terharu dengan kehadiran Sandiaga Uno ke Dayun. Ia juga mengingatkan suasana kampung Dayun dulu yang menjadi titik kobaran api Karhutla.
“Semoga Mas Menteri sering datang ke Siak agar kunjungan banyak ke Siak, sehingga memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat,” kata dia.
Ia juga mendoakan agar Embung Terpadu Dayun bisa memenangkan ADWI 2022, sehingga memberi dampak lebih besar lagi bagi masyarakat. Sebab kunjungan akan semakin bertambah dan terciptanya multiplier effect atas banyaknya kunjungan itu.
Kepala Cabang Bank BCA Pekanbaru, Hariyanto menyebut menjadi satu kebanggaan bagi BCA melakukan pendampingan untuk desa Dayun dalam setahun ke depan.
“Kami berkomitmen memberikan pendampingan selama setahun penuh. Pendampingan ini meliputi pembekalan informasi, sarana prasarana, promosi wisata dan lain -lain untuk pengembangan wisata ini,” kata dia.
Sedangkan nominal yang akan diberikan untuk Embung Terpadu Dayun ini selama setahun pendampingan senilai Rp 500 juta. Pihaknya juga berkeinginan Dayun bisa memenangkan ADWI 2022.