Fakta Liburan di Indonesia Lebih Menyenangkan
Sabtu, 28 Nov 2015 14:33
INDONESIA memiliki banyak pulau yang disertai pesona alam dan budaya yang beragam. Jika dikembangkan dengan maksimal, warga Indonesia tidak perlu mencari kesenangan ke luar negeri.
Tingginya minat wisatawan Indonesia ke luar negeri memang tidak bisa dibendung. Banyak negara menawarkan perjalanan wisata dengan biaya yang murah dan destinasi yang indah. Namun sebenarnya, Indonesia tidak kalah indahnya dengan negara lain. Bahkan soal budaya, Indonesia merupakan negara yang kaya.
Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar, Raseno Arya, berharap wisatawan Indonesia lebih banyak berlibur ke Nusantara.
"Cukup di dalam negeri itu sudah ada. Kalau Bali sudah terkenal, kita
lihat di Solo dan Jember, karnaval dan segala macam ada," jelas Raseno
kepada Okezone di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Setiap
daerah, lanjut Raseno, berlomba-lomba supaya dikenal dan dikunjungi
wisatawan dari berbagai daerah asal. Karena itu, Kemenpar pun siap
membantu setiap daerah yang ingin menggelar event besar demi meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun dengan syarat, harus berskala nasional maupun internasional.
Kemenpar juga menggencarkan promosi pada berbagai media massa. Termasuk branding 'Pesona Indonesia' dan 'Wonderful Indonesia' yang digunakan di setiap event besar daerah.
Selain bantuan dari pihak pusat, Raseno menegaskan yang paling penting adalah keseriusan daerah tersebut dalam membangun pariwisata. Pasalnya, membangun pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
"Suksesnya suatu event, itu suatu daerah harus punya keinginan untuk memajukan daerahnya. Kalau daerah itu potensinya bagus, tapi kalau pemerintah daerahnya tidak peduli, kita agak susah juga," ucap Raseno.
Itulah kenapa Kemenpar gencar memberikan pemahaman bahwa pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat. Menurut Raseno, banyak sekali kerajinan tangan dan kuliner Indonesia yang bisa dipromosikan kepada dunia.
"Kalau tidak ada orang yang datang, dari sisi pendapatan masyarakat akan berkurang. Sementara kalau orang datang, pasti bawa uang dan akan belanja. Nah, belanja itulah yang nanti menambah income untuk masyarakat," tutup Raseno.
(okezone.com) Traveler
Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p
Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030
Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai
TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang
SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan
Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Rohul Diringkus
PASIR PENGARAIAN - Jajaran Polres Rohul dan Polsek Ujung Batu berhasil meringkus suami korban pembunuhan di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rohul.Saat ini, pria yang diduga ku