Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Travel

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Minggu, 20 Jan 2019 10:06
Bak permata tersembunyi, begitu pula kehadiran Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Vihara yang berlokasi di Jalan Krematorium Cilincing ini memiliki sejarah panjang karena dibangun sejak abad 11.


Ada gapura di depan yang menandakan bahwa kita telah masuk ke kompleks vihara. Ketika kita masuk, pendopo di depan menyambut kita. Pendopo beratap stupa tersebut merupakan tempat guci pembakaran dupa di depannya.

Suwito, seorang Master Pendidikan Agama Buddha yang menjadi pemandu wisata vihara tertua di Jakarta ini menjelaskan sejarah Vihara Lalitavistara. "Awalnya, vihara ini bernama Klenteng Sam Kuan Tai Tie, ditemukan oleh para pelaut yang berlabuh di pantai dekat Cilincing ini," tuturnya kala ditemui di vihara ini pada Rabu, 16 Januari 2019.

Penduduk di sekitar pantai lalu membuat tempat ibadah untuk penganut Buddha, yang akhirnya bernama Lalitavistara. "Penamaan Lalitavistara ini berdasarkan Kitab Suci agama Buddha yang menceritakan tentang perjalanan hidup Sidharta Gautama dari lahir hingga meninggal dunia,"terang Suwito.

Sejak saat itu, vihara ini selalu berkembang dari masa ke masa hingga sekarang, termasuk keberadaan sekolah di lingkungan vihara tersebut.Tampak siswa-siswi baru saja pulang sekolah dan keluar dari ruangan tersebut kala Liputan6.com mengunjungi vihara tersebut pada siang hari.

"Vihara ini juga satu kompleks dengan gedung TK, SD, dan SMP Maha Prajna," cerita Suwito. Tak hanya itu, ada juga Sekolah Tinggi Agama Budha (STAB) Maha Prajna di situ.

Kala masuk, Liputan6.com bersama dengan 150 pelajar SMA yang sedang mengikuti tur dari Wisata Kreatif Jakarta digiring ke ruangan besar yang disebut altar. Di depannya terpajang patung Sidharta Gautama, tokoh yang kemudian disebut Buddha.Ada juga patungempat dewa lainnya yang berada di sisi dinding tersebut.

"Altar ini biasanya untuk tempat beribadah, tapi bisa juga jadi tempat pernikahan," kata Suwito. Ia menjelaskan, ibadah di vihara ini menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Mandarin dan Bahasa Sansekerta.

Kehidupan Para Biksu
Pendopo di Depan Vihara
Ketika kita berjalan menyusuri vihara tersebut, tampaklah barisan lampion yang tergantung di langit-langit tersebut. Lampion tersebut berjajar dari depan bangunan hingga ke ruang sembahyang yang terletak di belakang.

Para biksu dan biksuni pun tinggal di vihara ini. Mereka tinggal di asrama yang berada di dalam kompleks vihara Lalitavistara. Mereka menjalani hidup selibat dan harus jauh dari kemewahan.

Ada ruang serbaguna yang menjadi tempat berkumpul para biksu di tengah ruangan ini. "Budaya orang yang beragama Budha adalah makan bersama, oleh karena itu para biksu dan biksuni harus makan bersama di ruangan ini," kata Suwito.

Tak hanya bagian dalam bangunan yang dirawat, vihara ini memiliki tamanyang terawat. Miniatur Candi Borobudurdiletakkan di taman tersebut sebagai aksesori.

Ketika kita melihat dari luar vihara, ada juga pagoda yang menjulang tinggi di belakang bangunan tersebut. "Pagoda ini merupakan tempat relik, jenazah yang diabukan disimpan di pagoda tersebut," tutup Suwito mengakhiri tur.

Gedung vihara ini dilindungi oleh Undang-Undang Monumen STBL 1931 no. 238. Hal itu tertera jelas dalam papan yang dipajang di ruang sembahyang Vihara Lalitavistara ini. Pemerintah DKI Jakarta Dinas Museum dan Sejarah menetapkannya dalam SK Gubernur No. Gb. 11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972.(merdeka.com)


Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 16 Mar 2026 15:23

    5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet

    JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun

  • Sabtu, 06 Sep 2025 15:43

    Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang

    Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:47

    Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung

    Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:00

    Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram

    Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy

  • Sabtu, 06 Sep 2025 10:10

    Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa

    Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.