Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Kota Tua Akan Jadi Situs Warisan Budaya Dunia?

Kota Tua Akan Jadi Situs Warisan Budaya Dunia?

Rabu, 21 Okt 2015 09:40
Okezone
Kawasan Kota Tua Jakarta
JAKARTA – Kawasan Kota Tua Jakarta diajukan ke Badan Khusus PBB, United Nations Educational, Scientific and, Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan mengatakan, pengajuan Kawasan Kota Tua ke UNESCO sudah dilakukan melalui jalur voluntary atau penyerahan dosir (berkas dan dokumen) secara sukarela pada 29 September lalu. Sedangkan pengajuan secara resmi akan dilakukan pada Februari 2016.

"Kami memang menggunakan kesempatan voluntary ini supaya dapat masukan. Kira-kira mana yang kurang, mana yang lemah, supaya pas pengajuan resmi bisa kami berikan secara lengkap," ujar Kacung saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin, 19 Oktober lalu.

Sebagaimana dilaporkan laman Kemdikbud.go.id, Kacung menuturkan sebuah warisan budaya nasional butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia karena harus ada persyaratan yang dipenuhi.

"Pengajuan harus ada dokumen, dosir, kajian, dan naskah akademiknya. Jadi, Kota Tua termasuk yang mampu memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan," katanya.

Saat ini, tutur Kacung, budaya Indonesia yang sudah mendekati proses akhir sebagai warisan budaya dunia adalah tari tradisional Bali. Pada November tahun ini, UNESCO akan mengadakan sidang di Namibia untuk menentukan apakah tari tradisional Bali layak ditetapkan sebagai sebagai warisan budaya takbenda dunia.

"(Prosesnya) sudah lama, sekitar lima tahun. Dokumen lengkapnya tahun lalu sudah kita dikirimkan, sedangkan revisinya pada awal tahun ini," tuturnya.

Yang menarik lagi, ada satu warisan budaya nasional yang ditunda evaluasinya oleh UNESCO, yaitu Kapal Phinisi dari Sulawesi.

Kelengkapan dokumen Kapal Phinisi sudah diberikan Indonesia pada awal 2015. Namun UNESCO meminta kesediaan Indonesia untuk menunda proses evaluasinya karena masih banyak negara lain yang belum memiliki warisan budaya dunia.

"Jadi Indonesia diminta merelakan (Kapal Phinisi) untuk tidak dievaluasi tahun depan, dan akan dievaluasi pada tahun 2017. Ada keterbatasan tenaga dan dana dari UNESCO untuk mengevaluasi. Juga karena ada negara-negara lain yang belum dapat," ujar Kacung.

(okezone.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.