Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Mahesa Lawung, Ritual Kubur Kepala Kerbau untuk Buang Sial

Travel

Mahesa Lawung, Ritual Kubur Kepala Kerbau untuk Buang Sial

Selasa, 08 Jan 2019 09:18
okezone.com

UPACARA adat Mahesa Lawung merupakan tradisi turun-temurun sejak era dinasti Mataram dengan cara mengubur kepala kerbau di hutan Krendowahono Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mahesa Lawung adalah upacara meminta keselamatan kepada Tuhan.

Menurut Pengageng Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Satrio Hadinegoro ritual Mahesa Lawung dilakukan setiap hari Senin atau Kamis di Rabiul Akhir atau bulan keempat dalam kalender Jawa. Ini bertujuan membuang sial atau sifat buruk manusia melalui penguburan kepala kerbau.

"Nantinya kepala kerbau dikirab selanjutnya dikubur di petilasan yang berada di alas (hutan) Krendhowahono," ucap KPA Satrio, Senin (7/1/2019).

Upacara awal dimulai di pagelaran Kraton Solo, yang di komandani oleh Lembaga Dewan Adat ( LDA) Kraton Surakarta yang dipimpin GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) membuka acara sebelum sesaji kepala kerbau termasuk uba rampenya dibawa ke alas Krendhowahono.

Sejumlah sesajian, seperti nasi dan lauk pauk, jajan pasar, buah hingga kepala kerbau bersama organ dalamnya termasuk darah kerbau yang ditutup kain putih terlebih dahulu didoakan oleh para ulama keraton.

"Sesaji itu dikirab menuju hutan Krendowahono Gondangrejo untuk dikuburkan di sana," lanjut Satriyo

Konon menurut cerita leluhur, hutan Krendowoho ini merupakan pintu masuk keraton dari sisi utara. Untuk mengantisipasi adanya kekuatan jahat yang masuk keraton melalui pintu sisi utara dilakukan ritual Mahesa Lawung.

"Upacara adat ini juga sekaligus sebagai bentuk syukur atas keselamatan kepada Tuhan yang Maha Esa. Upacara adat sudah ada sejak era Mataram dan sampai saat ini masih berlangsung rutin setiap tahunnya," lanjutnya.

Selanjutnya abdi dalem membawa sesaji hasil alam dan kepala kerbau keluar dari Sitinggil Lor Keraton Kasunanan Solo, dalam rangkaian dari upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang berisi doa untuk keselamatan negara dan kepala kerbau melambangkan kebodohan yang harus dikubur.

"Kepala kerbau adalah simbol kebodohan yang harus diperangi. Prosesi pemendaman kelapa kerbau di Alas Krendowahono menjadi simbol bahwa kebodohan harus dipendam sedalam-dalamnya," tegasnya.

Disampaikan juga kerbau yang digunakan bukanlah sembarang kerbau, namun memiliki ketentuan khusus. Diantaranya kerbau jantan masih perjaka, dan belum dipekerjakan dan sudah bertanduk.

Ditambahkan Satriyo dahulu upacara Mahesa Lawung untuk menghormati para leluhur di Kraton. Namun karena saat ini sudah masuk dalam bagian NKRI, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan negara.

"Kami harap Indonesia menjadi negara yang aman, tentram dan makmur," harapnya.

Sesampainya di alas Krendhowahono yang berjarak kurang lebih 15 kilo meter dari Kraton Solo. Sesaji kepala kerbau bujang ini dikubur di area tak jauh dari pepunden. Acara ditutup dengan menggelar acara kenduri atau menikmati makanan bersama-sama seluruh masyarakat yang hadir.


(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 16:29

    Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal

    Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali

  • Senin, 22 Jun 2026 16:26

    Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO

    JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah

  • Senin, 22 Jun 2026 16:18

    Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal

    Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad

  • Senin, 22 Jun 2026 15:36

    Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

    Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb

  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.