Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Mbah Mijan Sebut Ada Korelasi Awan Tsunami dengan Banjir Bandang Makassar

Travel

Mbah Mijan Sebut Ada Korelasi Awan Tsunami dengan Banjir Bandang Makassar

Kamis, 24 Jan 2019 09:42
okezone.com

MASIH segar dalam ingatan kita tentang fenomena awan kumolonimbus yang terlihat di langit Bandara Sultan Hasanuddin beberapa waktu lalu. Ya, awan raksasa yang berbentuk seperti tsunami yang hendak menerjang di atas langit tersebut sempat menggegerkan masyarakat yang melihatnya.

Tentu banyak yang bertanya tentang apakah yang akan terjadi setelah fenomena awan besar tersebut menampakkan diri? Sebelumnya Ahli Metafisika, Mbah Mijan sempat memprediksi akan adanya bencana yang akan melanda wilayah Makassar. Hal itu telah ia ramalkan sejak kemunculan awan tersebut.

Mbah Mijan memprediksi akan ada sebuah bencana seperti air pasang yang berdampak seperti tsunami. Pasalnya, Jauh-jauh hari Mbah Mijan sempat memperkirakan bahwa pada 2019, angin dan air masih berpotensi untuk memporak-porandakan sebagian wilayah di Indonesia.

Terbukti peringatan yang sebelumnya diprediksi Mbah Mijan menimpa Makassar. Banjir bandang yang melelapkan ratusan rumah menimpa beberapa pemukiman penduduk Makassar sejak 22 Januari 2019.

Melalui pesan singkat, Mbah Mijan mengungkapkan bahwa banjir bandang yang melanda Makassar adalah buah dari pertanda yang diberikan sang pencipta lewat fenomena awan kumulonimbus.

"Ketika alam murka, bencana tidak bisa dihindari, hanya dengan doa kepada Allah yang bisa menghindarkan manusia dari dampak bencana," ungkap Mbah Mijan, saat dihubungi Okezone, Rabu, 23 Januari 2019.

Sebenarnya alam telah memberikan tanda-tanda sebelum datangnya bencana besar. Namun, seringkali masyarakat mengabaikan dan mengaggap remeh setiap tanda yang diberikan sang pencipta.

"Masyarakat kita cenderung mengabaikan tanda bahkan jarang yang tanggap bencana," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mbah Mijan berharap para masyarakat Makassar untuk lebih banyak berdoa dan tetap waspada, sebagai salah satu cara menghindari bencana agar tidak bertambah parah.

"Sebaiknya, berdoa dan waspada atau sesekali menggelar doa bersama dalam jumlah massal, agar masing-masing daerah terhindarkan dari dampak bencana," tuntasnya.


(okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • Senin, 22 Jun 2026 14:45

    Pelaku Pembunuhan di Sungai Sembilan Dumai Ditangkap, Sebelum Cekcok Minum Tuak Bersama Korban

    DUMAI â€" Polsek Sungai Sembilan Polres Dumai bersama tim gabungan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan korban Suyetno (41) meningga

  • Senin, 22 Jun 2026 14:43

    Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Mantan Bupati Rohil Diperiksa Polda Riau

    PEKANBARU - Afrizal Sintong yang merupakan mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil), hari ini diinformasikan menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. Informasinya, ia diperiksa atas dugaan tindak pidana korups

  • Senin, 22 Jun 2026 13:49

    Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun

    PEKANBARU-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Kota Pekanbaru tahun ajaran 2026/2027 dimulai Senin (22/6/2026) pukul 00.00 WIB besok. Ada 51 SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang akan menampung

  • Senin, 22 Jun 2026 13:46

    Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.