Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Melirik Potensi Pariwisata Cap Go Meh di Bagan Siapiapi

Melirik Potensi Pariwisata Cap Go Meh di Bagan Siapiapi

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Rabu, 24 Feb 2016 23:10
Ist.
Bupati Rohil Suyatno, Anggota DPRD Riau Ir Siswaja Muljadi, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan bersama pejabat dan tokoh Tionghoa lainnya poto bersama usai acara perayaan malam Cap Go Meh di Bagan Siapiapi. Senin 22/2 lalu.
BAGANSIAPIAPI - Cap Go Meh atau hari ke 15 imlek merupakan puncak pelaksanaan perayaan imlek tahun ini yang jatuh pada 22 Februari 2016 merupakan perayaan ke 2567 kali.

Berkarakter kera dan berunsur api, perayaan Cap Go Meh di Indonesia sendiri makin hari makin ramai, hal itu dapat terlihat di media cetak maupun online , hampir setiap daerah melakukan perayaan malam Cap Go Meh.

Ada di Singkawang yang terkenal dengan pawai para tatungnya, ada Solo dengan kirab budaya nya, ada di Bogor, Makasar dan di Jakarta. Semua menyajikan pesta budaya Tionghoa yang berkolaborasi dengan budaya budaya lokal, dari tarian  Barongsai , liong Naga sampai dengan budaya Reok Jawa , dan Kuda Lumping.  

Sementara perayaan Cap Go Meh di Riau juga tidak kalah serunya, ada pesta Cian Cui atau perang air di hari ke enam Imlek di Selat Panjang , pesta Lampion di jalan Karet Pekanbaru, perayaan ceremonial di berbagai kota,  sampai pawai Lampion raksasa di Bagan Siapiapi , semuanya menandakan kecintaan masyarakat akan budaya mereka dan ingin memperkaya budaya di Provinsi Riau ini. 

Pawai lampion yang dilakukan di kota legendaries Bagan Siapiapi, kabupaten Rokan Hilir agaknya perlu di apresiasi dan didukung terus oleh pemerintah , selama ini pemerintah kabupaten sudah setiap tahun menyediakan hadiah tambahan untuk para juara lomba lampion tersebut.

" Selain hadiah utama yang disediakan panitia, tahun ini bupati Rokan Hilir menambah hadiah utama sebesar 7 juta, 5 juta dan 3 juta untuk juara 1,2,3," jelas Tokoh masyarakat Tionghoa Rohil, Ir Siswaja Muljadi alias Aseng saat berbincang dengan spiritriau.com, Rabu 24/2 di Bagan Batu.

Dan bupati, tambah anggota DPRD Riau ini,  sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan akan menganggarkan 1 Miliar untuk pembelian dan pemasangan lampion di seluruh kota Bagan Siapiapi.

" Jadi pesta malam Cap Go Meh tahun depan akan mempunyai kesan yang berbeda, yang diharapkan dapat menarik minat para wisatawan lokal maupun manca negara ke Bagan Siapiapi," jelas Aseng. 

Aseng menambahkan, ia juga akan mencoba berkoordinasi dengan para Organisasi Tionghua Rokan Hilir yang ada di luar Rohil seperti Jakarta, Pekanbaru, Medan, Tangerang, Bali, Surabaya untuk turut serta meramaikan acara Cap Go Meh dengan mengirim peserta pawai lampion atau membuat lampion raksasa atas nama mereka atau perusahaan untuk meramaikan pesta lampion tersebut. 

" Jadi lama kelamaan maka acara pawai lampion rohil akan menjadi event nasional Yang patut di kembangakn Dan dijual sebagai objek pariwisata," ujarnya.

Pangdam Kodam I Bukit Barisan yang berkesempatan hadir di Bagan Siapiapi dalam peresmian Makodim Rohil 0321 baru - baru ini juga sempat mengunjungi kelenteng tertua In Hok Kiong di Bagan Siapiapi, beliau bersama Plt Gubenur Riau juga mendapat penjelasan sejarah bakar tongkang dan berdirinya kota Bagan Siapiapi.

" Beliau sangat tertarik dan akan datang mengunjungi kota Bagan Siapiapi pada acara bakar tongkang akhir Juni mendatang, beliau juga sempat berkunjung dan melihat lampion raksasa di kelenteng Kuan The Tua jalan Perdagangan," papar Aseng lagi.

" Saya mengharap agar SKPD pariwisata baik kabupaten dan provinsi bisa selalu hadir dan membantu promisi keluar daerah baik melalui media pemerintah maupun media elektronik dan cetak," harapnya.

SKPD pariwsata, lanjutnya, harus fokus pengembangan budaya lokal yang sudah mengakar, jangan terlalu sibuk dengan event event baru yang memerlukan anggaran besar.

" Masyarakat kita sudah begitu antusias secara swadaya pengembangan budayanya, masak pariwisata membantu promisi dan membantu pengembangan saja tidak mau, dan untuk pengembangan budaya lokal seperti ini tidak perlu biaya uang besar. Hanya dipoles poles sedikit sudah jadi," ujarnya panjang lebar.

" Sudah saatnya kita melirik pariwisata sebagai sumber pemasukan APBD kita, masih banyak aset budaya Riau yang layak dijual, bisa ngak kita buat kesan bahwa kalau Orang datang ke Riau atau Pekanbaru sebelum berkunjung ke Candi muara takus, mereka terkesan belum ke Riau ini.
Sama seperti kalau kita ke Jogja, maka sebelum ke Candi Borobudur belum ada kesan kita ke Jogja," pungkasnya. (ded)
Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 16 Mar 2026 15:23

    5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet

    JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun

  • Sabtu, 06 Sep 2025 15:43

    Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang

    Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:47

    Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung

    Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:00

    Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram

    Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy

  • Sabtu, 06 Sep 2025 10:10

    Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa

    Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.