Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Menikmati Keunikan 9 Air Terjun Melati di Wonogiri

Menikmati Keunikan 9 Air Terjun Melati di Wonogiri

Senin, 14 Des 2015 15:52
Solopos
Air terjun melati di Wonogiri memiliki 9 titik air di satu tempat
WONOGIRI – Memasuki musim hujan, objek wisata alam Air Terjun Melati (ATM) di Dusun Melati, Keloran, Selogiri, mulai banyak didatangi pengunjung. Rata-rata para pengunjung adalah kalangan anak muda.

ATM merupakan objek wisata alam yang memiliki keunikan tersendiri. Sebab di satu area, terdapat sembilan air terjun yang dapat dinikmati pengunjung.

Jika diurutkan dari posisinya, kesembilan air terjun tersebut adalah Air Terjun Banyu Anjlog, Dedung Dandang, Kedung Bunder, Kedung Turuk, Jurang Gandil, Kedung Ringin, Kedung Padusan, Keduang Grajakan dan Kedung Kali Telu.

Untuk menuju lokasi air terjun pertama, pengunjung harus melalui pematang sawah serta jalan setapak yang sedikit menanjak. Jarak dari pemukiman warga sampai lokasi sekitar satu kilometer.

Sedangkan untuk menuju air terjun selanjutnya, pengunjung harus melalui jalan setapak yang lebih terjal. Kawasan tersebut masih sangat alami. Bahkan infrastruktur jalan menuju lokasi tersebut masih berupa jalan tanah.

Lokasi Menurut warga setempat, Jimi, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menyusuri kesembilan air terjun tersebut sekitar tiga jam.

"Dari sini [Banyu Anjlog] sampai Kali Telu, sekitar tiga jam," kata dia saat ditemui wartawan di lokasi Air Terjun Banyu Anjog, dikutip Solopos.com, Senin (14/12/2015).

Menurutnya, setiap hari selalu ada pengunjung yang datang. Jumlahnya akan bertambah banyak ketika memasuki akhir pekan.

"Pada musim hujan, airnya sudah mulai banyak. Pengunjung pun mulai bertambah. Tadi pagi sudah berdatangan [puluhan]. Apalagi sudah ada air, pada musim kemarau saja ada kok yang datang, [tapi tidak banyak]," kata pemilik warung di lingkingan air terjun Banyu Anjlog tersebut.

Sementara itu tokoh masyarakat Keloran, Maryanto, berharap ke depan pengelolaan objek wisata tersebut dapat dikembangkan.

"Harapan kami, lokasi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hanya saja sampai saat ini belum [ada pihak ketiga yang tertarik]," kata dia kepada Solopos.com, Minggu. Selama ini penataan objek wisata tersebut masih mengandalkan swadaya masyarakat.

(okezone.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.