Travel
Naik Gunung Kok Bawa Mi Instan!
Sabtu, 09 Apr 2016 13:55
MEMPERSIAPKAN logistik adalah hal paling penting sebelum mendaki gunung. Namun, perlukah membawa mi instan?
Mendaki membutuhkan tenaga yang besar sehingga makanan yang dibawa pun harus dipersiapkan dengan baik.
Hanya membawa mi instan untuk persediaan selama di gunung adalah hal yang kurang bagus, terlebih lagi untuk kekuatan fisik.
Menurut salah satu pendaki gunung yang juga staf promosi dan sponsorship Consina, Andika Pradipta, membawa mi instan sebagai logistik mendaki gunung kurang bagus.
Pria yang akrab disapa Didit ini mengatakan bahwa dengan mengonsumsi mi instan, perut akan cepat lapar lagi.
"Tren membawa mi instan enggak banget. Karena mi instan bikin cepat lapar. Seharusnya makan nasi," ujar Didit saat ditemui Okezone dalam Indofest 2016 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 8 April 2016.
Didit menambahkan, jika tujuan para pendaki untuk membawa makanan praktis, memang mi instan lebih praktis. Tetapi sebagai pendaki, mengutamakan kekuatan fisik adalah hal yang penting.
"Memang lebih praktis. Tapi kalau di gunung segalanya harus benar. Apa yang dibawa harus seimbang dengan apa yang dikeluarkan," lanjut Didit.
Menurut Didit, saat ini banyak pendaki memiliki peralatan pendakian serbamahal. Bahkan dalam sekali mendaki, mereka bisa membawa perlengkapan mendaki seharga Rp10 juta.
Tetapi, menimbulkan keprihatinan saat mereka hanya mau membawa mi instan sebagai sumber makanan.
"Kita sering kritik pendaki yang peralatannya mahal-mahal, bisa sampai Rp10 juta. Tapi kalau cuma bawa mi instan, enggak banget," tukasnya.(okezone.com)
5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet
JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun
Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang
Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba
Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung
Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin
Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram
Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy
Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa
Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji