Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Taman Alam Ciletuh Ditargetkan Jadi Geopark Dunia

Taman Alam Ciletuh Ditargetkan Jadi Geopark Dunia

Rabu, 23 Des 2015 10:24
Explorejabar
Taman alam Ciletuh ditargetkan jadi geopark dunia
TAMAN alam batuan tua di Ciletuh resmi menyandang status geopark nasional setelah mendapat sertifikat dari Kementerian ESDM. Setelah berstatus nasional, geopark ditargetkan jadi geopark dunia.

"Kita akan usulkan ke UNESCO agar pada 2017 nanti jadi Geopark Global Network," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/12/2015).

Mimpi besarnya, geopark itu nantinya akan jadi tempat wisata kelas dunia. Selain itu, di lokasi juga akan jadi tempat penelitian hingga terdapat kegiatan ekonomi.

Tapi untuk mendapat status Geopar Global Network, itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Meski begitu, saat ini sudah satu langkah lebih maju karena sudah ditetapkan sebagai geopark nasional.

"Pertama harus (berstatus) geopark nasional dulu, enggak ada yang bisa langsung internasional. Jadi (ditetapkan statusnya) di negaranya dulu, baru nanti diajukan ke UNESCO," jelas Deddy.

Salah satu jalan agar mendapat status Geopark Global Network adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarana di lokasi. Perbaikan jalan pun akan dilakukan agar akses menuju lokasi semakin mudah.

Sebab jika ingin jadi geopark kelas dunia, akses jalan ke lokasi harus ditingkatkan dan tentunya lebih lebar. Langkah awalnya untuk menuju ke sana adalah dengan mengubah status kepemilikan akses jalan ke lokasi dari milik Pemkab Sukabumi menjadi milik Pemprov Jawa Barat.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Deny Juanda, mengatakan anggaran perbaikan jalan ke lokasi sudah dianggarkan di APBD.

"Tahap pertama dianggarkan sepanjang 30 kilometer dengan sumber dana dari APBD 2016. Lalu untuk tahap kedua juga dilakukan (perbaikan jalan) 30 kilometer dari APBD Perubahan 2016," tutur Deny.

Sementara karena geopark merupakan wisata alam, tidak semua akses jalan akan diperbaiki dengan mulus. Di beberapa lokasi khusus, akan ada bebatuan agar di sana benar-benar terasa sebagai wisata alam.

(okezone.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.