Wisata Baru di Yogyakarta
Kamis, 31 Des 2015 14:44
Tak sedikit, pelancong manca negara sengaja datang hanya untuk melihat tradisi tahunan yang dihelat setiap Maulid Nabi oleh Kraton Yogyakarta.
Alunan musik khas Kraton Yogyakarta dimainkan membuat suasana terlihat hidup. Seruling, gamelan, dan gendang ditabuh dalam alunan lembut berjalan beriringan.
Apalagi, seragam bregodo (prajurit) Kraton yang mencolok memperlihatkan perpaduan antara busana jawa dengan negara lain, seperti tentara era dulu dari Belanda, Jepang, dan Inggris.
Senjata tombak sebagai simbol kekuatan terlihat gagah perkasa pada diri para bregodo. Bahkan, terdapat pasukan penunggan kuda serta empat ekor gajah yang memimpin proses kirab gunungan.
Mereka berada digaris terdepan untuk membawa satu Gunungan Kakung yang diperebutkan di Puro Pakualaman, Yogyakarta.
Sementara lima gunungan diperebutkan di halaman depan kompleks Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.
Kelima gunungan itu mulai dari Gunungan Kakung, Putri, Darat, Pawuhan dan Gunungan Gepak. Sedangkan satu Gunungan Kakung lagi diperebutkan di Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta.
Prosesi keluarnya gunungan itu dipimpin oleh Panglima Perang Kraton Yogyakarta, GBPH Yudhaningrat, yang tak lain adik Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tradisi ini sangat meriah dengan disaksikan ribuan warga.
Petugas kepolisian menutup jalur saat prosesi kirab berlangsung, khususnya jalur yang menuju Puro Pakualaman dan Kepatihan dari Magangan Kraton Yogyakarta.
Antusias warga cukup tinggi, apalagi saat ini berbarengan dengan libur panjang akhir tahun 2015 dan memasuki tahun baru 2016.
"Setiap tahun digelar grebek maulid ini, tapi kali ini sepertinya jauh lebih banyak orang yang datang. Mungkin karena berbarengan dengan liburan panjang," kata Wisnu, warga Prawirotaman, Yogyakarta.
Imbas berjubelnya orang ini membuat sejumlah jalan macet, karena badan jalan dipergunakan warga sekitar untuk area parkir. Padahal, pemerintah setempat sudah menyediakan kantong-kantong parkir, seperti di Ngabean, Taman Abu Bakar Ali, hingga Jalan Senopati.
Namun, jumlah kantong parkir itu tidak bisa menampung banyaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Setidaknya, sedikit mengurangi kepadatan saat liburan di Yogyakarta.
"Ya memang grebek maulid ini jadi daya tarik wisata, tapi imbasnya, area sekitar alun-alun utara padat merayap. Kenyaman berkendara hilang," katanya.
Ketidaknyaman berkendara dirasakan wisatawan domestik dari berbagai tempat. Seperti yang dialami keluarga Bambang Supriyadi, asal Kebumen, Jawa Tengah. Bersama sanak saudara yang tinggal di Prambanan, dia hendak melihat prosesi grebeg Maulid di Kraton Yogyakarta.
"Macetnya minta ampun, dari kota sudah jalan pelan. Dari Janti ketimur menuju Prambanan, baru sampai arah Bandara juga macet. Mungkin lagi musim liburan," katanya.
Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20
Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E
Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti
SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta
Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye