Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Advertorial
  • Pulau Penyengat di Nobatkan Sebagai Pulau Perdamaian Dunia

Pulau Penyengat di Nobatkan Sebagai Pulau Perdamaian Dunia

M.Ravi
Senin, 16 Sep 2019 14:48
Istimewa
TANJUNGPINANG - Dinas Kominfo, Kota Tanjungpinang (The World Peace Committee) (Komiti Perdamaian Dunia) menobatkan Pulau Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia.Minggu 15 September 2019

Penobatan itu, berdasarkan surat keputusan masyarakat Internasional dari 202 negara yang tergabung dalam anggota the World Peace Committee, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden the World Peace Committee, Djuyoto Suntani, disaksikan Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, dan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Lis Darmansyah, di Balai Adat Pulau Penyengat.

Plt. Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto mengharapkan dengan ditetapkan pulau Penyengat sebagai pulau Perdamaian Dunia tentunya menjadi tantangan bagi kita semua , baik pemerintah provinsi Kepri, pemko untuk menata pulau Penyengat agar lebih indah dan menarik.

"Kalau sudah ditetapkan sebagai pulau perdamaian dunia, jika tidak kita poles secara apik, maka tidak ada sesuatu hal menarik yang bisa pengunjung dapatkan dari sini. Maka dari itu, mari kita duduk bersama, saling sharing dan merancang apa yang harus kita buat agar pulau Penyengat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang masuk ke Kepri," ucap Gubernur

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul menuturkan setelah ditetapkan sebagai pulau perdamaian dunia, diharapkan agar 202 negara yang tergabung dalam the World Peace Committee ikut mengenalkan dan mensosialisasikan pulau Penyengat sebagai destinasi Internasional, sehingga hajat dari seluruh masyarakat Kepri untuk menjadikan pulau Penyengat sebagai destinasi dunia dapat terwujud.

"Sinergitas dari seluruh masyarakat dan semua pihak sangat diperlukan. Karena ini merupakan sebuah jembatan bagi kita, untuk benar-benar mewujudkan destinasi pulau Penyengat dalam kancah pariwisata Internasional," pungkasnya

Sementara Presiden the World Peace Committee, Djuyoto Suntani menjelaskan ditetapkan pulau Penyengat sebagai pulau Perdamaian dunia mengingat pada masa lalu Penyengat sebagai pusat pemerintahan imperium Melayu, yang meliputi Riau-Indonesia, Singapore, dan semenanjung Malaysia.

Penyengat juga merupakan pulau berdimensi spiritual yang memiliki aura perdamaian bagi kawasan Asia Tenggara maupun Internasional. Disinilah hadir energi positif yang memberi inspirasi bagi umat manusia, sehingga diyakini kedepan pulau Penyengat menjadi pulau paling nyaman bagi penggiaat perdamaian dari seluruh dunia.

"Dilatarbelakangi hal itu, maka pulau Penyengat layak menjadi pulau perdamaian dunia sepanjang masa," ucap Djuyoto.

Apalagi, lanjut dia, pada masa lalu, pulau Penyengat telah melahirkan para ilmuwan, filosof, pemikir, cendikiawan dan mahakarya yang luar biasa, salah satunya Gurindam 12. Saat ini kami lagi fokus membangun etika dunia, membaca pasal-pasal Gurindam 12, semuanya mengandung spirit untuk perdamaian dunia,

"Jadi inti dari Gurindam 12 bisa kita jadikan sumber membangun etika dunia. Ajaran-ajaran Gurindam 12 bersama pulau Penyengat bisa kita sebarkan ke seluruh dunia," tuturnya

Dikatakan Djuyoto, tanggal 21 September telah ditetapkan sebagai perayaan hari perdamaian dunia," insyAllah 2020 akan kita undang duta besar dari berbagai negara untuk merayakan hari perdamaian dunia di pulau perdamaian," katanya. Tentunya ini akan menguntungkan, utamanya masyarakat pulau Penyengat, dan umumnya masyarakat Tanjungpinang, Kepri, dan seluruh Indonesia, dan umat manusia seluruh dunia," tambah dia

Acara juga dirangkai dengan pembacaan sejarah pulau Penyengat oleh Raja Malik, dan penyerahan cinderamata.

Acara turut dihadiri, Direktur Operasional the World Peace Committee Malaysia dan Asia Tenggara, Super Tun Omar bin Lukman beserta anggotanya, Staf Ahli Pemprov Kepri, Wakil Walikota, Hj. Rahma, unsur FKPD provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, Kepala OPD pemprov Kepri dan kota Tanjungpinang, Ketua LAM provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, Ketua TP-PKK provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, serta tokoh masyarakat pulau Penyengat.(Tri/Diskominfo) (Rilis/Ravi)
Advertorial
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:33

    Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

    JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah atau permukiman padat. Padahal, risiko penularan penyakit yang disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.