Selasa, 14 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kilang Pertamina Sungai Pakning Paparkan Praktik Baik CSR di Forum Nasional KLH

Kilang Pertamina Sungai Pakning Paparkan Praktik Baik CSR di Forum Nasional KLH

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 14 Jul 2026 13:19
PEKANBARU - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Produksi Sungai Pakning dipercaya menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Pencegahan dan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Ekosistem Gambut. Kegiatan ini ditaja Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jumat (10/7).

Dalam forum nasional tersebut, Kilang Pertamina Sungai Pakning memaparkan berbagai inovasi dan praktik terbaik program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan.

Mulai dari Nozzle Gambut, Expintable, hingga AKURRAT, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ekosistem gambut memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon sekaligus penopang kehidupan masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan gambut. Selain itu, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan (TLSDAB) KLH turut memaparkan kesiapan infrastruktur pembasahan lahan gambut sebagai langkah mitigasi karhutla.

Pada kesempatan itu, Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, menyampaikan materi bertajuk "Gambut Lestari, Alam Menghidupi", yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurut Triadi, pengalaman Riau menghadapi kebakaran hutan dan lahan menjadi pelajaran penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan. Berbekal pengalaman kebakaran yang pernah melanda sekitar 183.808 hektare lahan di Provinsi Riau, termasuk kebakaran seluas 86 hektare di wilayah Sungai Pakning, perusahaan mengembangkan pendekatan yang menggabungkan penguatan kapasitas masyarakat, inovasi teknologi, dan pemberdayaan ekonomi.

"Gambut lestari bukan hanya tentang mencegah kebakaran, tetapi bagaimana ekosistem tersebut tetap mampu menghidupi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, seluruh program yang kami jalankan dirancang agar pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan," ujar Triadi. Melalui Program Penanganan Karhutla, Kilang Pertamina Sungai Pakning secara konsisten memperkuat kapasitas

Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui latihan gabungan bersama HSSE Pertamina dan Manggala Agni, transfer kompetensi HSSE, pelatihan pertolongan pertama (P3K), penanganan hewan berbisa, hingga sertifikasi profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Upaya tersebut juga diperkuat dengan penyediaan sarana dan prasarana pemadaman, pembangunan embung, revitalisasi sekat kanal, serta penguatan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, perusahaan menghadirkan sejumlah inovasi teknologi seperti Nozzle Gambut, Expintable, dan AKURRAT yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pencegahan maupun penanganan karhutla pada kawasan gambut. Inovasi tersebut menjadi pelengkap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.

Tak hanya berfokus pada mitigasi bencana, Kilang Pertamina Sungai Pakning juga mengembangkan program pemberdayaan berbasis pelestarian lingkungan, seperti pertanian hortikultura berkelanjutan, budidaya ikan khas gambut,

MPBPreneurship guna meningkatkan kesejahteraan relawan MPA, hingga pelestarian kawasan melalui Arboretum Gambut Marsawa, Hutan Gambut Sukajadi, serta penanaman kopi Liberika dan berbagai vegetasi khas gambut.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan perusahaan terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi dengan berbagai pihak.

"Kilang Pertamina Dumai di seluruh unit operasinya, baik Dumai, Sungai Pakning maupun Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, berperan aktif mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui kesiapsiagaan personel firefighter serta keandalan armada pemadam.

Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Muhammad Rum.

Keikutsertaan Kilang Pertamina Sungai Pakning dalam forum nasional tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperkuat kolaborasi pelestarian ekosistem gambut melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi program CSR yang berkelanjutan.

Melalui semangat "Gambut Lestari, Alam Menghidupi", Pertamina berharap berbagai praktik baik yang telah dijalankan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem gambut yang lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.(rtc)
Sumber: https://www.riauterkini.com/index.php?com=isi&id_news=15115233368&Kilang-Pertamina-Sungai-Pakning-Paparkan-Praktik-Baik-CSR-di-Forum-Nasional-KLH

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki