Rabu, 20 Mei 2026
Pengaruh Dolar, 80 Persen Obat di RSUD Bengkalis Alami Kenaikan Harga
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Mei 2026 10:06
BENGKALIS-"Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor kesehatan, terutama harga obat-obatan yang sebagian besar bahan bakunya masih bergantung dari luar negeri.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang merasakan dampak kenaikan tersebut. Kepala Ruangan Farmasi RSUD Bengkalis, Dolphin mengatakan, hampir seluruh jenis obat yang tersedia mengalami kenaikan harga dalam dua bulan terakhir.
“Rata-rata bahan baku obat ini berasal dari luar negeri, sehingga tentunya mempengaruhi harga obat-obatan saat ini,” ujar Dolphin, Selasa (19/5/26).
Menurutnya, sekitar 80 persen obat-obatan yang tersedia di RSUD Bengkalis mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut rata-rata mencapai 12 persen dibanding sebelumnya.
Meski demikian, Dolphin tidak merinci jenis obat yang mengalami kenaikan karena jumlahnya cukup banyak.
“Kenaikan harga obat-obatan ini terjadi sekitar dua belas persen dari harga sebelumnya,” tambahnya.
Ia juga memperkirakan harga obat masih berpotensi terus naik apabila nilai tukar dolar terus menguat. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku yang dibeli pabrik farmasi menjadi lebih mahal dan berdampak langsung terhadap harga jual obat.
“Bisa jadi kondisi obat akan terus naik, karena bahan obat kita dari luar. Kalau pabrik obat mendapatkan bahan mahal, tentu produk obat yang dijual juga akan naik,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis, Freddy Antoni, memastikan pihak rumah sakit akan tetap menyediakan stok obat sesuai kebutuhan pasien meskipun harga mengalami kenaikan.
Menurutnya, pembatasan pembelian obat tidak memungkinkan dilakukan karena akan berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat.
“Jadi pemesanan obat meskipun kondisi harga mengalami kenaikan, kita tetap mengadakan sesuai kebutuhan. Tidak mungkin dilakukan pembatasan atau pengurangan,” ujarnya.
Freddy mengakui kenaikan harga obat menyebabkan pengeluaran rumah sakit ikut meningkat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak RSUD Bengkalis melakukan negosiasi dengan perusahaan pemasok obat terkait mekanisme pembayaran.
“Pola pembayaran yang bisa kita sesuaikan diatur sesuai kemampuan kita dengan tenggang waktu melalui negosiasi dengan perusahaan supplier agar tetap bisa memenuhi kebutuhan obat kita,” jelas Freddy.(rtc).
Sumber: https://www.riauterkini.com/index.php?com=isi&id_news=15115232550&Pengaruh-Dolar,-80-Persen-Obat-di-RSUD-Bengkalis-Alami-Kenaikan-Harga
komentar Pembaca