Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Badan Perizinan Jangan Sumringah PAD Capai Rp 8 M, Terkesan Lebay

Badan Perizinan Jangan Sumringah PAD Capai Rp 8 M, Terkesan Lebay

Laporan : Gian Franco Zola
Selasa, 01 Nov 2016 17:34
net
Ilustrasi
PELALAWAN - Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pelayanan Perizinan yang sudah terkumpul mencapai Rp 8 milyar, sah-saha saja dan jangan cepat sumringah apalagi berbangga hati. Pasalnya, torehan angka Rp 6 milar secara wajib saban tahunnya disumbangkan dari perusahaan raksasa RAPP, dan itu sudah menjadi lauk dalam belanga. 

Artinya, badan perizinan tak berbuat apa-apa, angka Rp 6 milyar tersebut akan mengalir dengan sendirinya dari RAPP ke badan perizinan.

Fakta dilapangan, masih banyak bangunan milik perusahaan-perusahaan yang tak tersentuh perizinan. Ini yang harus dikebut dan dijemput bola oleh BPMP2T Pelalawan. Jangan, cepat puas dengan torehan yang didapat.

"Jangan sampai besar kepala dan berbangga hati dulu, angka Rp 8 milyar yang diterima BPMP2T per Oktober 2016 ini, itu dari RAPP. Artinya, saban tahun RAPP membayar ke kas daerah mencapai angka tersebut, ini sudah menjadi barang pasti atau lauk sudah dalam belanga. Duduk manis aja BPMP2T ini dikantor, angka dari perusahaan raksasa tersebut sudah pasti akan mengalir terus dan target yang dibebani pasti tercapai," ungkap sejumlah masyarakat Pelalawan, menilai PAD Rp 8 milar yang diterima dari sektor perizinan terkesan lebay, Selasa (1/11/2016).

Bila BPMP2T dibebani target hanya Rp 3 milyar per tahunnya, asumsi per Oktober sudah mengantongi angka Rp 8 milar, itu suatu capaian prestasi nan luar biasa. Tapi, hendaknya masyarakat harus cerdas menyikapi hal ini. Capaian angka Rp 8 milar tersebut hanyalah pencitraan belaka, seolah BPMP2T ini lihay dalam memanfaatkan potensi yang bisa mendongkrak PAD.

"Coba telusuri lagi dilapangan, banyak temuan bangunan yang tak ada izin, baik milik perorangan maupun koorperasi. Bahkan, bila tergali secara maksimal, seharusnya bisa meraup Rp 20 milyar saban tahunnya, bila BPMP2T benar-benar bekerja. Ini tetap saja capaian Rp 8 milyar per Oktober yang selalu dibangga-banggakan. Pada hal, angka Rp 6 milar tersebut sudah pasti setiap tahunnya. Jangan bodohi publik-lah BPMP2T," sergah masyarakat ini mengetahui persis seluk beluk penerimaan PAD di sektor perizinan. (gfz)
Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:25

    Bansos Pangan Cair ke 33,2 Juta Penerima, Dapat 20 kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

    JAKARTA - Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mulai disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Bantuan diberikan kepada lebih dari 33,2 juta penerima manf

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.