Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Buruh Minta Kenaikan Upah Tergantung Kondisi Ekonomi

Buruh Minta Kenaikan Upah Tergantung Kondisi Ekonomi

Jumat, 31 Jul 2015 11:16
Ilustrasi: Okezone

JAKARTA-Imbas dari perlambatan ekonomi Indonesia akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Perlambatan ekonomi salah satunya disebabkan daya beli menurun, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan upah atau gaji yang layak untuk para buruh.

Untuk itu, Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan upah sekira 25 hingga 28 persen pada 2016. Permintaan ini memang menurun dari yang sebelumnya meminta kenaikan upah sekira 30 persen.

"Upah minimum 2016 kita revisi, kemarin kami minta naik 30 persen, tapi kita revisi rata-rata 25-28 persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Namun, permintaan kenaikan upah ini juga tergantung realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2015 dan berikutnya.

"Kalau misalnya rendah dari kuartal I-2015, ya upah kita juga enggak minta tinggi. Kalau di kuartal II tinggi, ya kami minta juga tinggi lah. Masa pemerintah untung, buruh enggak kecipratan (untungnya)," tegasnya.

Sementara itu, pihaknya pun meminta agar pemerintah belajar dari China dan Brasil dalam mengatasi perlambatan ekonomi. Menurut Said, cara yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan daya beli masyarakat dengan menerapkan upah yang layak.

"Di China dan di Brazil dia menganut sistem upah layak bisa saving, nabung bukan nombok. Begitu nabung terjadi peningkatan konsumsi. Ketika investasi turun ada gejolak indeks saham tapi konsumsi bisa dibeli rakyatnya tetap terjadi pertumbuhan cuma melambat," paparnya.

Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh investasi saja, melainkan dengan komponen peningkatan upah.

"Ini bukan persoalan buruh bagaimana pemerintah mengelola pertumbuhan ekonomi. Ketika investasi wait and see ambruk. China dua-duanya investasi diundang konsumsi ditingkatkan. Caranya bagaimana? Purchasing power daya beli. Caranya bagaimana? Upah. Asal wajar, wajar apa? Bisa nabung," tukasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.