Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Buruh Minta Kenaikan Upah Tergantung Kondisi Ekonomi

Buruh Minta Kenaikan Upah Tergantung Kondisi Ekonomi

Jumat, 31 Jul 2015 11:16
Ilustrasi: Okezone

JAKARTA-Imbas dari perlambatan ekonomi Indonesia akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Perlambatan ekonomi salah satunya disebabkan daya beli menurun, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan upah atau gaji yang layak untuk para buruh.

Untuk itu, Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan upah sekira 25 hingga 28 persen pada 2016. Permintaan ini memang menurun dari yang sebelumnya meminta kenaikan upah sekira 30 persen.

"Upah minimum 2016 kita revisi, kemarin kami minta naik 30 persen, tapi kita revisi rata-rata 25-28 persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Namun, permintaan kenaikan upah ini juga tergantung realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2015 dan berikutnya.

"Kalau misalnya rendah dari kuartal I-2015, ya upah kita juga enggak minta tinggi. Kalau di kuartal II tinggi, ya kami minta juga tinggi lah. Masa pemerintah untung, buruh enggak kecipratan (untungnya)," tegasnya.

Sementara itu, pihaknya pun meminta agar pemerintah belajar dari China dan Brasil dalam mengatasi perlambatan ekonomi. Menurut Said, cara yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan daya beli masyarakat dengan menerapkan upah yang layak.

"Di China dan di Brazil dia menganut sistem upah layak bisa saving, nabung bukan nombok. Begitu nabung terjadi peningkatan konsumsi. Ketika investasi turun ada gejolak indeks saham tapi konsumsi bisa dibeli rakyatnya tetap terjadi pertumbuhan cuma melambat," paparnya.

Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh investasi saja, melainkan dengan komponen peningkatan upah.

"Ini bukan persoalan buruh bagaimana pemerintah mengelola pertumbuhan ekonomi. Ketika investasi wait and see ambruk. China dua-duanya investasi diundang konsumsi ditingkatkan. Caranya bagaimana? Purchasing power daya beli. Caranya bagaimana? Upah. Asal wajar, wajar apa? Bisa nabung," tukasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.