Selasa, 28 Jun 2022
  • Home
  • Ekbis
  • Diduga Oknum Wakil Ketua DPRD Inhu Urus Izin Galian C Secara Ilegal

Peristiwa

Diduga Oknum Wakil Ketua DPRD Inhu Urus Izin Galian C Secara Ilegal

Laporan: Julfi Hendra
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 11 Jun 2022 13:11
(Foto: Julfi Hendra)
Sebelah Kiri Wakil DPRD Inhu Sebelah Kanan Direktur Parna Jaya dan beberapa dan barang bukti
INHU- Eksploitasi "Emas putih" batu putih campur pasir (Sertu,red) oleh sejumlah pengusaha tambang menggunakan alat berat jenis exkapator di Kabupaten Inhu  akan merusak lingkungan. Mereka lakukan pengerukan sertu diduga illegal dan di naungi oleh CV Parna Jaya tanpa adanya Amdal. Proyek tersebut berada di Desa Belimbing yang melintasi jalan Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau. Dengan ada proyek tersebut tentu  kembali mendapat sorotan masyarakat.

Karena selain dinilai merusak lingkungan, ekosistem alam atas aktifitas tanpa menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) analisa dampak lingkungan, aktifitas 6 pengusaha tambang ini di naungi CV Parna Jaya dinilai berpotensi menimbulkan kerugian Negara dan daerah sebab diduga tidak mengantongi perizinan yang lengkap.

Saat di komfirmasi Spiritriau.com, Minggu, (3/06/2022) di Pematang Reba  Wakil Ketua DPRD Inhu, H. Suwardi Ritonga SE  Tentang pengurusan izin galian C atas nama Cv Parna Jaya, Suwardi Ritonga menjawab iya.
“Kalau pajak sertu tambang CV Parna Jaya kita usulkan perproduksi melalui Bank garansi namanya. Terkait izin yang mengatas namakan CV. Parna Jaya bisa dilihat di web Kementrian dan pajaknya nanti mereka yang akan menghitung tu,” kata Suwardi Ritonga.

Dijelaskan Suwardi Ritonga, kalau sudah ada izin tidak ada masalah, terkait izin tambang sertu ada tiga titik lokasi untuk dua izin tambang sertu yang diurusnya itu melalui Kementrian sedangkan Gubernur belum ada kewenangan belum bisa.

“Saya cek di Gubernur badan perizinan produksi propinsi permohonan itu banyak, hampir seluruh pelaku galian C, cuman prosedur dan birokrasinya  panjang. Sebanyak galian C illegal cuma ini (CV Parna Jaya-red)  yang punya izin,” Ungakp Suwardi Ritonga.

Dikatakannya, kalau mengurus izin galian C tidak perlu memiliki CV atau PT peorangan juga bisa, ada SKGR atau SKT bukti kepemilikan tanah asal berpotensi galian C walaupun hanya 2 hektar, nantik kordinatnya di ambill dan yang diurus ada 5 SKGR . Adapun Direktur CV Parna Jaya Munte dan Komisaris Kurnia Ginting.

Ditempat terpisah, Direktur CV Parna Jaya, Munte saat dikonfirmasi wartawan tentang Amdal galian C, mengatakan, biar paham tentang artinya Amdal ini sama dengan beli mobil, kalau polisi razia gak ditanya BPKB. Kalau surat izinnya ini ha, katanya  sambil melempar berkas diduga surat izin palsu.

Ketika ditanya tentang dasar Amdal galian C, Munte kembali mengamuk ini ha aku di kasih Negara sambil memukul-mukul berkas diduga surat izin palsu, ya udah selesaikan. “Yang kau tanya tentang amdal saya tidak mengerti, anda keberatan bawak instansi terkait kemari, terserah anda mau bawak atau gak, mau buka atau mau tutup,” kata Munte.

“Saya tidak pernah memberi izin galian C yang lain, kalau galian C yang lain diluar pertambangan saya berhentikan sendiri orangnya, itu orangnya sambil menujuk lokasi tambang, berhentikan sendiri saya tak tau itu, jangan dikaitkan dengan saya, tutup sendiri jangan libatkan saya, coba kau minta mana suratnya, mana MOUnya ada gak?, ada gak yang tanda tangan disitu, gak ada. Maksud saya kalau ada yang menyangkut  selain CV Parna Jaya tidak ada.

Sementara itu Komisaris CV Parna Jaya, Kurnia Ginting  saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau CV Parna Jaya berkerjasama dengan Dewan Ucok Ritonga, jadi sebelum ini dibuka (galian C-red) dua tahun ngurus izinnya. “Kalian kan tau juga mengurus galian C  ini harus bermodal ,” jelasnya (hen)

Editor: 1

Berpotensi Rusak Lingkungan Ilegal Urus Izin Galian CDiduga Wakil DPRD Inhu
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jun 2022 17:58

    Dugaan Korupsi Dana Bansos Siak, Kejati Riau Periksa Camat Bersama 2 Pejabat Pusako Sebagai Saksi

    PEKANBARU - Terkait Dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial Fakir Miskin dan Anak-Anak Cacat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Siak TA. 2014 s/d 2019, Kejati Riau kembali periksa 3 saksi baru.Kasi Pen

  • Selasa, 28 Jun 2022 16:58

    Ma'ruf Amin Minta MUI Bikin Fatwa Ganja Boleh untuk Medis

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan, pemakaian ganja dilarang di agama Islam. Meski demikian, ia menyebut ada pengecualian penggunaan ganja untuk kebutuhan medis. Oleh karena itu, Ma&

  • Selasa, 28 Jun 2022 16:54

    5 Tempat Wisata Populer di Medan, Nomor 1 Masuk Destinasi Super Prioritas

    SETIAP kota di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, salah satunya tempat wisata kota dan alam. Medan merupakan kota di Sumatera Utara, masih memiliki tempat wisata yang hits.Di mana, Medan pun

  • Selasa, 28 Jun 2022 16:49

    Ibunda Berharap Adam Deni Pulang, Mudah-mudahan Putusannya Adil untuk Anak Saya

    PEGIAT media sosial, Adam Deni Gearaka alias ADG, dijadwalkan menjalani sidang putusan atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (28/6/2022).

  • Selasa, 28 Jun 2022 16:44

    Noda Darah dan Kondom Bekas Ungkap Kasus Pencabulan Ayah pada Anak di Gianyar

    Seorang pria berinisial IKR (32) ditangkap Polres Gianyar, Bali, karena menyetubuhi anak tirinya sendiri. Aksi bejatnya sudah dilakukan kepada korban sejak usia tujuh tahun dan kini korban sudah berus

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2022 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.