Minggu, 07 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Dorong Perkembangan EV, Bahlil Berencana Impor Litium dari Australia

Ekonomi,

Dorong Perkembangan EV, Bahlil Berencana Impor Litium dari Australia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 05 Agu 2025 16:49
Berita satu.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia membuka peluang untuk mengimpor litium dari Australia.

Litium sendiri merupakan satu-satunya bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik (Electric vehicle/EV) yang tak dimiliki Indonesia. Menurut dia, ekosistem baterai kendaraan listrik merupakan bagian dari hilirisasi yang merupakan program prioritas pemerintah. 

Oleh karena itu kementeriannya akan melakukan percepatan untuk memperkuat industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. ‎Adapun bahan baku mineral pembuatan baterai EV yakni nikel, cobalt, mangan dan litium,ujar dia. 

‎"Salah satu negara yang kita akan melakukan kerja sama itu adalah Australia. Selama ini kan kita bawa dari beberapa negara di Afrika. Nah memang secara ekonomis akan jauh lebih ekonomis dari Australia karena biaya transportasinya," ungkap dia seperti dilansir dari Antara, Selasa (5/8/2025).

‎Menurut Bahlil, beberapa pengusaha Indonesia sudah menambang litium di Australia. Namun dirinya belum mengetahui besaran volumenya. ‎"Beberapa teman-teman pelaku usaha itu sudah mengambil tambang di sana," jelas dia.

‎"Saya belum tahu volumenya berapa, karena saya bukan pengusahanya," katanya. 

Sementara itu, Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional menyatakan Indonesia menargetkan untuk tidak hanya menjadi pasar dalam ekosistem EV, melainkan menyasar untuk dapat membuat mobil listrik secara menyeluruh terbuat dari komponen dalam negeri.

‎Wakil Koordinator Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Dimas Muhamad sebelumnya mengatakan untuk dapat membuat mobil listrik, pemerintah sudah melakukan beberapa upaya, yakni penguatan pasar mobil listrik agar menciptakan rantai pasok industri, serta membangun industri baterai kendaraan listrik.

‎Untuk tahap membangun industri baterai kendaraan listrik, Dimas mengatakan Indonesia perlu berkolaborasi dengan investor asing yang memiliki kapabilitas teknologi.

‎"Di tahap ini kita memastikan bahwa paling tidak ada mitra lokal Indonesia yang bisa menjadi mitra transfer teknologi, transfer 'know how' dari si investor asing tersebut," katanya.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Minggu, 07 Jun 2026 20:18

    Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

    BEIJING - Krisis demografis China tahun ini masuk semakin dalam ke fase yang lebih rapuh ketika Beijing meluncurkan inisiatif perawatan lansia nasional baru. Inisiatif ini tidak bergantung pada perlua

  • Minggu, 07 Jun 2026 20:16

    Masih Berlaku Sejak Era Kolonial, Wamenaker Minta Ordonansi UAP 1930 Segera Direvisi

    JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mendorong revisi Ordonansi UAP 1930 atau Stoom Ordonnantie 1930 yang hingga kini masih menjadi salah satu dasar pengaturan keselama

  • Minggu, 07 Jun 2026 19:58

    MUI Soroti Dugaan Korupsi MBG, Minta Pengelola BGN Berintegritas dan Akuntabel

    JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyoroti dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kas

  • Minggu, 07 Jun 2026 19:40

    Syarat dan Cara Pakai BPJS Kesehatan Gratis meski Kena PHK

    JAKARTA - Syarat dan cara pakai BPJS Kesehatan gratis meski kena PHK. Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) masih bisa menggunakan BPJS Kesehatan selama enam bulan. Namun, harus diperhatikan beberapa

  • Minggu, 07 Jun 2026 19:37

    Rupiah Anjlok, Bagaimana Prediksi Harga Emas Pekan Depan?

    JAKARTA - Harga emas dunia beserta logam mulia domestik menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sebuah anomali menarik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.