Senin, 01 Jun 2026
Pertanyakan Hak Bonus PON 2024, Atlet dan Pelatih Datangi Dispora hingga Plt Gubernur Riau.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 01 Jun 2026 13:13
PEKANBARU-Pelatih dan atlet Riau berkumpul di Sekretariat KONI Riau, Selasa (2/6/2026) besok. Mereka akan mempertanyakan perihal bonus yang menjadi hak atlet yang belum juga terbayarkan sejak 2024.
Kabar tersebut disampaikan pemerhati olahraga Riau dan pelatih senior cabang olahraga senam, Ahmad Marcos. Kepada Tribunpekanbaru.com, Ahmad Marcos menyebutkan atlet dan pelatih akan mempertanyakan langsung ke Dispora Riau.
Aksi tersebut dikatakan Marcos menjadi puncak kesabaran atlet dan pelatih. Pasalnya, pemerintah daerah melalui Dispora mengaku defisit anggaran terkait hak atlet dan pelatih.
"Ini sudah memalukan marwah Riau. Daerah lain juga desfisit. Tapi yang hak dibayarkan," ungkap Marcos, Senin (1/6/2026)
Ditegaskan Marcos bahwa kenyataan lalainya pemerintah daerah terhadap hak atlet dan pelatih akan sangat mengganggu pembinaan yang berjalan.
Mengingat banyak event yang akan dilaksanakan ke depannya. Atlet tentu saja butuh perhatian dan kepastian atas masa depan mereka.
"Ini sangat memalukan. Riau satu-satunya yang belum juga membayarkan bonus PON 2024 kepada atlet. Daerah lain sudah lama menyelesaikannya,", ujar Marcos.
Ia mengimbau agar persoalan olahraga tidak dilibatkan dalam politik. Karena itu, ia berharap ke depannya generasi olahraga Riau bersih dari politik.
"Daerah seperti tak punya wibawa. Sudah merusak Marwah Riau. Bagaimana pembinaan atlet ke depannya?" pungkas Marcos.
Rencananya, gabungan atlet dan pelatih akan mempertanyakan perihal bonus PON 2024 ke KONI, Dispora ,Sekda hingga ke Plt Gubenur Riau.
Polemik Bonus PON 2024
Seperti diketahui, pemerintah Provinsi Riau menetapkan besaran bonus PON 2024 (Aceh-Sumut) berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub), yakni Rp 300 juta untuk peraih medali emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 75 juta untuk perunggu.
Meskipun acara penyerahan simbolis sempat dilakukan sebelumnya, pembayaran total bonus sempat mengalami kendala dan penundaan akibat kondisi keuangan daerah.
Skema pencairan di mana pembayaran dilakukan secara bertahap.Tahap pertama: sebesar 40 persen hingga 45?ri total bonus yang dijanjikan telah direalisasikan kepada para atlet.
Tahap kedua, sisa dana bonus diperkirakan mencapai Rp28 miliar (termasuk Rp13 miliar untuk bonus atlet). Pemerintah menargetkan pelunasan sisa bonus tersebut dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara penuh.
Namun, hingga kini pembayaran belum juga terlaksana. Bahkan kondisi atlet dan pelatih berulang kali mempertanyakannya. Persoalan ini kemudian telah sampai ke DPRD Riau.
Pihak Komisi V DPRD Provinsi Riau bersama perwakilan cabang olahraga dan atlet terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar sisa dana yang tertunda dapat segera disalurkan seluruhnya.
Tentu saja, apa yang jadi harapan atlet sudah semestinya didengar oleh pemerintah daerah. Mengingat bonus tersebut sudah dalam rencana bagi atlet.(Tribun Pekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/sport/1106403/pertanyakan-hak-bonus-pon-2024-atlet-dan-pelatih-datangi-dispora-hingga-plt-gubernur-riau
komentar Pembaca