Sabtu, 06 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • ESG Jadi Kunci Minat Investor Global di Sektor Pertambangan

Ekonomi,

ESG Jadi Kunci Minat Investor Global di Sektor Pertambangan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 01 Agu 2025 16:20
Berita satu.com
Implementasi environmental, social, and governance (ESG) di berbagai sektor industri disebut sangat memengaruhi minat investasi, termasuk di lini bisnis pertambangan mineral dan batu bara.

Ketua Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan, terdapat tiga poin utama keterkaitan antara ESG dan ketertarikan investor untuk menanamkan modal di sektor pertambangan. Pertama, investor global kini semakin selektif dalam menilai aspek ESG.

“Hal ini terlihat dari lembaga keuangan besar seperti BlackRock, IFC, atau sovereign wealth fund di Eropa dan Timur Tengah yang mensyaratkan kriteria ESG sebagai syarat dasar investasi,” kata Anggawira kepada Beritasatu.com, Jumat (1/8/2025).

Ia menambahkan, green taxonomy dan sustainability-linked financing kini juga telah menjadi norma baru.

Kedua, penerapan ESG dinilai dapat menurunkan risiko investasi. Sebagai contoh, tambang yang beroperasi tanpa standar lingkungan dan sosial berpotensi menghadapi gangguan sosial (social license to operate), konflik agraria, hingga risiko hukum.

Ketiga, pasar komoditas global kini berorientasi pada ESG. Pasar Eropa dan Jepang, misalnya, telah mulai menerapkan standar karbon untuk impor batu bara dan logam.

“Ke depan, komoditas yang tidak memiliki jejak karbon rendah atau asal-usul yang jelas bisa kehilangan akses pasar,” ujarnya.

Menurut Anggawira, komitmen terhadap ESG dalam industri pertambangan kini menjadi salah satu faktor kunci dalam menarik minat investor, baik domestik maupun asing.

“Namun pengaruhnya tidak sesederhana ya atau tidak, melainkan bersifat selektif dan transformasional,” tegasnya.

Dari sisi lingkungan, emisi karbon yang dihasilkan kendaraan tambang masih tergolong tinggi.

“Memang benar, operasional pertambangan, khususnya transportasi batu bara dan mineral, masih menjadi kontributor utama emisi karbon,” kata Anggawira.

Sebagai contoh, truk pengangkut tambang sebagian besar masih berbahan bakar diesel, dan penggunaan alat berat masih konvensional, belum berbasis elektrifikasi.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.