Jakarta - Popularitas investasi kian meningkat. Dari waktu ke
waktu, jumlah investor di Indonesia semakin bertambah. Hal ini terjadi
karena perubahan pola pikir masyarakat yang semakin maju. Artinya, tidak
hanya terkotak-kotak pada satu instrumen keuangan.Keinginan untuk
berinvestasi sering muncul dalam benak kita.
Namun, keterbatasan modal menjadi penghalang ketika ingin
berinvestasi. Jika dikaji ulang, pendapatan pas-pasan pun sebenarnya
bisa dioptimalkan untuk investasi. Bagaimana caranya? Ikuti tips
investasi dengan gaji pas-pasan di bawah ini seperti dikutip dari Cermati.com:
1. Lakukan Analisis Keuangan
Ragu untuk memulai investasi itu wajar, apalagi kalau modalnya
terbatas. Untuk mengurangi keraguan ini, lakukan analisis keuangan.
Hitunglah berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Lalu,
kurangi dan lihat berapa jumlah yang tersisa setiap bulan.
Jika sisa gaji per bulan sangatlah kecil, sisihkan sebagian untuk
diinvestasikan. Jangan pernah ragu untuk memulai investasi dengan modal
kecil. Sebab modal yang diperlukan untuk investasi sangatlah bervariasi.
Bahkan, Anda bisa memulainya dengan modal Rp 100.000 saja.
Keringanan modal ini dapat Anda manfaatkan untuk lebih menekuni
investasi. Hasil dari keuntungan yang diperoleh dapat dinvestasikan
kembali untuk memperbesar jumlah modal. "Sedikit demi sedikit, lama-lama
menjadi bukit". Semakin cepat Anda memulai, semakin besar manfaat yang
didapatkan.
2. Bergabung pada Instrumen Investasi Berwujud
Instrumen investasi sangat beragam. Sebut saja emas, saham, deposito,
reksa dana, obligasi, properti, perkebunan, dan masih banyak lagi. Jika
selama ini Anda hanya fokus untuk instrumen investasi berbentuk saham
atau deposito, kini saatnya untuk melirik investasi berwujud, seperti
properti, perkebunan, pertanian, perikanan, dan pertambangan.
Hasil riset membuktikan, 50 persen dari investor yang ada dunia mengungkapkan kalau mereka memiliki aset di bidang real estate. Walaupun jumlah aset real estate yang dimiliki cuma satu, bidang real estate mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pendapatan yang diperoleh juga meningkat mengingat aset real estate tidak akan pernah mati.
3. Pahami Tingkat Keuntungan dan Risiko Investasi
Tidak
ada instrumen investasi yang menjamin dana nasabahnya aman dari
kerugian. Dalam investasi, berani untung berani juga untuk rugi.
Ketidakpastian nilai aset yang diinvestasikan membuat Anda harus bijak
dalam menentukan instrumen investasi yang tepat.
Jika Anda sudah mengetahui tingkat risiko dari satu investasi,
pikirkanlah matang-matang apakah Anda akan bergabung pada investasi
tersebut atau tidak. Jika potensi kerugiannya besar dan Anda tidak
berani mengambil risiko, bergabunglah pada instrumen investasi yang
potensi kerugiannya lebih kecil, seperti deposito.
4. Gunakan Strategi Investasi yang Tepat
Hampir 90 persen dari jumlah investor sukses dunia mengatakan kalau
mereka menggunakan strategi investasi yang tepat untuk menambah total
aset. Ada pun strategi yang digunakan, yaitu sistem buy (beli) dan hold (tahan).
Artinya, belilah saham tersebut saat harganya rendah dan simpanlah
saham tersebut apabila potensi nilainya cenderung meningkat dari tahun
ke tahun.Untuk beberapa jenis saham, Anda memang diharuskan untuk
menyimpannya hingga bertahun-tahun, terutama untuk saham blue chip.
Memang harga dari saham blue chip cukup mahal. Akan tetapi, potensi keuntungannya menjanjikan di masa depan.
5. Jangan Terlalu Agresif
Salah
satu motivasi seseorang untuk berinvestasi karena keuntungannya yang
menggiurkan. Banyak orang yang bemain agresif saat berinvestasi. Hal
utama yang dicarinya adalah keuntungan sebesar-besarnya tanpa
memerhatikan laju pertumbuhan dari apa yang diinvestasikan.
Sifat agresif dalam berinvestasi membuat imbal hasil yang diperoleh
tidak optimal. Padahal, tingkat imbal hasil yang besar biasanya disertai
dengan tingkat risiko yang tinggi pula. Jika sang investor mengabaikan
hal ini, bisa-bisa keuntungan yang harusnya diterima malah berubah jadi
kerugian besar yang membuat si investor bangkrut.
Berinvestasilah dengan Bijak
Berinvestasi tidaklah sulit, tidak juga mudah. Sebelum bergabung pada
investasi, pelajarilah ilmu-ilmu dasar investasi. Anda bisa belajar
secara otodidak dari internet, bisa juga meminta bantuan orang lain yang
sudah profesional.
Apa yang Anda pelajari sangat berguna terutama saat menentukan jenis
investasi yang sesuai. Jadilah investor yang bijak dan berinvestasilah
dengan bijak.
(liputan6.com)
Ekbis