Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Cabai di Pasar Ujungbatu 110 Ribu per Kg, Warga Minta Pemkab Beri Solusi

EKONOMI

Harga Cabai di Pasar Ujungbatu 110 Ribu per Kg, Warga Minta Pemkab Beri Solusi

Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 03 Nov 2016 17:27
net
Ilustrasi
ROKANHULU - Sejumlah warga di Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten
Rokan Hulu (Rohul) dibuat bingung dengan melonjaknya harga cabai di pasaran.Dalam dua hari ini saja di Pasar Baru Ujungbatu terpantau harga cabai mencapai Rp110.000 per kilogramnya, naik 25 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp80ribu per kg.

Imbasnya, minat beli masyarakat menurun, yang juga mengakibatkan para pedagang di sana kesulitan untuk memasarkan dagangannya. Warga meminta, agar Pemkab Rohul terjun langsung ke pasar untuk memantau penyebab terus melonjaknya harga cabai tersebut.

Ketika Pekanbaru Pos mewawancarai salah seorang pembeli di Pasar Baru Ujungbatu, Leli (26), Kamis (3/11) menyampaikan, melonjaknya harga
cabai di pasar membuat dirinya kesulitan untuk mengatur uang belanja keluarganya. Biasanya dengan uang Rp100ribu, dirinya sudah bisa belanja keperluan keluarga. "Sangat berimbas lah bang dengan melonjaknya harga cabai ini, biasa bawak uang Rp100ribu sudah cukup," keluhnya.

Leli yang merupakan warga Kelurahan Ujungbatu ini meminta kepada pemerintah untuk memantau agen cabai di Ujungbatu, agar warga tau apa penyebab melonjaknya harga cabai di pasaran. "Pemerintah hendaknya
turun ke lapangan, mengecek ke agen, apa penyebab melonjaknya harga cabai. Karena, sepekan lalu harga cabai hanya Rp80 ribu sekilo, sekarang naiknya drastic mencapai Rp110 ribu," jelasnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusi menstabilkan harga cabai tersebut. Jika hal ini terus berlanjut, akan berdampak langsung terhadap perekonomian rakyat. Menurutnya, salah satu solusi untuk mengatasi persoalan harga cabai tersebut dengan membantu petani dalam hal menyediakan bibit, agar Rohul tidak hanya mengandalkan cabai dari luar daerah.

Hal senada juga disampaikan, D Simanjuntak mengakui, selama ini cabai di Pasar Baru Ujungbatu di datangkan dari luar daerah. Ketergantungan ini juga yang menjadi faktor penyebab melonjaknya harga cabai di pasar. 

"Jika di Rohul ini, petaninya bisa memproduksi cabai sendiri, saya rasa dapat mengatasi persoalan harga cabai ini,"pungkasnya. (fah) 
Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:25

    Bansos Pangan Cair ke 33,2 Juta Penerima, Dapat 20 kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

    JAKARTA - Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mulai disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Bantuan diberikan kepada lebih dari 33,2 juta penerima manf

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.