Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Gas Mahal karena Ada Calo dari Hulu hingga Hilir

ekbis

Harga Gas Mahal karena Ada Calo dari Hulu hingga Hilir

Jumat, 23 Des 2016 16:22
Okezone.com
ilustrasi
JAKARTA-Harga gas industri ditargetkan dapat mencapai sebesar USD6 per MMBTU. Terdapat tiga sektor industri yang akan memperoleh harga gas industri pada level USD6 per MMBTU. Di antaranya industri petrokimia, pupuk, hingga industri baja pada 2017.

Namun, salah satu penyebab harga gas bumi untuk industri tinggi karena keberadaan calo gas alias trader gas yang tidak memiliki infrastruktur.

"Harga gas di Indonesia itu mahal karena terjadi penjualan bertingkat, hulu ada calo, hilir ada calo," ungkap Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran, Jumat (23/12/2016).

Tumiran mengungkapkan, pengguna gas bumi terutama industri terpaksa membeli, bahkan sebagian tidak mengetahui bila gas bumi mereka berasal dari calo gas.

"Mereka terpaksa beli dari calo gas karena calo gas ini memiliki alokasi gas dari pemerintah. Ini kan aneh calo gas kok bisa dapat alokasi gas. Pemerintah kasih izin calo gas, ya sudah atur saja bagaimana mekanismenya jangan sampai calo ambil untung banyak," ungkapnya.

Lebih disayangkan lagi, keberadaan calo-calo gas ini makin eksis dan jumlahnya terus bertambah karena di fasilitasi anak usaha Pertamina yakni Pertamina Gas (Pertagas).

Hal ini fakta karena beradasarkan data Laporan Keuangan

Pertagas 2013, 2014, hingga 2015, anak usaha Pertamina ini terus memasok gas bumi ke para calo gas. Berikut daftarnya:

PT Bayu Buana Gemilang TS sebesar 6.516 BBTU

PT Java Gas Indonesia 5.095 BBTU

PT Sadikung Niagamas Raya 6.239 BBTU

PT Surya Cipta Internusa 3.134 BBTU

PT Walinusa Energi 6.389 BBTU

PT Alamigas Mega Energy 350 BBTU

PT Dharma Pratama Sejati 445 BBTU

PT IGAS 30 BBTU

PT Surya Energi Parahita 20 BBTU

PT Bayu Buana Gemilang 1.910 BBTU

PT Mutiara Energi 1.210 BBTU

"Kalau kita lihat kan sekarang ini justru banyak alokasi gas bumi dari Pertamina masuknya ke calo gas. Kalaupun calo ada pemerintah harus atur tegas. Karena pertamina juga pasti susah salurkan langsung. Trader harus punya infrastruktur dan berkualifikasi baik dalam penyalurannya dan dikontrol pemerintah agar harga jelas," imbuh Tumiran. (okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.