Sabtu, 06 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Minyak Turun Tajam Nyaris 3 Persen

Ekonomi,

Harga Minyak Turun Tajam Nyaris 3 Persen

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 02 Agu 2025 08:43
Berita satu.com
Harga minyak mentah turun tajam karena kekhawatiran tentang kemungkinan peningkatan produksi oleh OPEC dan sekutunya. Sementara laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran menurunnya permintaan.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun US$ 2,03 atau 2,83 persen US$ 69,67 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup turun US$ 1,93 atau 2,79 persen menjadi US$ 67,33 per barel. Brent mengakhiri pekan ini dengan kenaikan hampir 6 persen, sementara WTI naik 6,29 persen.

Tiga sumber yang mengetahui diskusi antara anggota OPEC dan produsen sekutu mengatakan bahwa kelompok tersebut mungkin mencapai kesepakatan untuk meningkatkan produksi sebesar 548.000 barel per hari pada September mendatang.

Pada sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan ada 73.000 lapangan kerja dibuka pada Juli ini, lebih rendah dari perkiraan para ekonom, sehingga meningkatkan tingkat pengangguran nasional menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen.

"Kita bisa menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas tarifnya atau kita bisa menyalahkan Federal Reserve karena tidak menaikkan suku bunga. Sepertinya The Fed salah menilai keputusan mereka," kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (2/8/2025).

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, yang menuai kritik dari Trump dan sejumlah legislator Republik. Para pedagang minyak berfokus pada potensi dampak tarif AS pada mitra dagang mereka.

Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif mulai dari 10 persen hingga 41 persen pada impor AS ke puluhan negara dan wilayah asing yang gagal mencapai kesepakatan perdagangan pada batas waktu 1 Agustus, termasuk Kanada, India, dan Taiwan.

Minyak juga sempat mendapat dukungan setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif sekunder 100 persen kepada pembeli minyak mentah Rusia, karena ia berupaya menekan Rusia agar menghentikan perangnya di Ukraina. Hal ini memicu kekhawatiran atas potensi gangguan terhadap arus perdagangan minyak dan penarikan sebagian minyak dari pasar.

Analis JP Morgan mengatakan bahwa ancaman sanksi Trump terhadap China dan India atas pembelian minyak Rusia berpotensi membahayakan 2,75 juta barel per hari (bph) ekspor minyak Rusia melalui laut. China dan India masing-masing merupakan konsumen minyak mentah terbesar kedua dan ketiga di dunia.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.