OPEC Tak Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Turun
Jumat, 31 Jul 2015 08:43
NEW YORK-Harga minyak AS merosot pada Kamis (Jumat pagi WIB), mengakhiri kenaikan selama dua hari berturut-turut, setelah seorang pejabat OPEC menegaskan bahwa kartel tidak memiliki rencana untuk memangkas produksi minyak.
Seperti dilansir AFP, Jumat (31/7/2015), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 27 sen menjadi ditutup pada 48,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman September merosot tujuh sen menjadi menetap di 53,31 dolar AS per barel di perdagangan London.
Abdullah El-Badri, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak akan mengurangi produksi dalam menanggapi harga yang lebih rendah dan tidak khawatir tentang kemungkinan penambahan minyak Iran menyusul kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara besar.
"Kami bertemu pada Desember tahun lalu dan kami bertemu pada bulan Juni tahun ini," kata Badri setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia di Moskow. "Kami belum siap untuk mengurangi produksi kami."
Penurunan Kamis mengikuti sesi berfluktuasi dan dimulainya kembali sebagian besar lintasan menurun untuk minyak AS sejak akhir Juni, yang telah mengakibatkan harga jatuh dari sekitar 60 dolar AS per barel ke sekitar 40-an dolar AS.
"Kita melihat sebagian besar pasar beralih ke modus konsolidasi fluktuatif yang lebih tenang karena berhenti bekerja dari kondisi oversold jangka pendek, setidaknya menunda dorongan jelas dari berita fundamental baru," kata Tim Evans, analis Citi Futures.
Data Kamis "bervariasi dan tidak ada yang sangat kuat," kata Michael Lynch, analis di Strategic Energy & Economic Research.
"Kami hanya harus menunggu dan melihat apakah kami melihat beberapa perubahan persediaan atau berita-berita pasokan lebih kuat, tapi secara keseluruhan kami berada di ruang tunggu."
Data Kamis termasuk laporan Departemen Perdagangan AS bahwa produk domestik bruto tumbuh pada tingkat tahunan 2,3 persen pada periode April-Juni, meningkat dari kuartal pertama yang lemah, namun sedikit di bawah pertumbuhan 2,5 persen yang diperkirakan oleh para analis.
Harga minyak juga tertekan karena dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, setelah data ekonomi yang kuat dari negara itu mendukung ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga akhir tahun.
Sebuah penguatan greenback membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama
KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil
Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos
JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni
Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok
PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr