Ekonomi
Pemerintah Tawarkan Reksa Dana Pariwisata
Rabu, 19 Okt 2016 11:34
JAKARTA - Pemerintah terus menggali sumber-sumber pendanaan untuk membiayai pengembangan 10 destinasi wisata prioritas yang mencapai lebih dari Rp200 triliun.
Salah satu produk terbaru yang diharapkan dapat menyokong pembiayaan pembangunan destinasi prioritas adalah Reksa Dana Pariwisata Terpadu (RDPT Pariwisata) yang merupakan skema pendanaan gabungan dari reksa dana pendapatan tetap (RDPT fixed income) dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT private equity fund). Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sudah mendiskusikan perihal RDPT Pariwisata dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Secara prinsip OJK sudah menyetujui. RDPT Pariwisata ini rencananya kita akan luncurkan pada Januari 2017," ujar Menpar seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta.
Arief menyebut produk terbaru itu inovatif dan menarik karena ditawarkan dengan kupon 10-12 persen all in (issuance fee included) dengan opsi dapat dikonversi menjadi ekuitas (fixed income to equity swap) dalam waktu dua tahun. Adapun, periode atau tenornya berkisar 5-8 tahun.
RDPT Pariwisata ditawarkan oleh manajer investasi sesuai untuk memberikan pendanaan bagi jenis proyek yang masih dalam tahap inkubasi, atau dalam tahap pembangunan. Calon investor potensial di antaranya perusahaan asuransi dan dana pensiun. Arief mengharapkan, dari RDPT Pariwisata akan terhimpun dana sekitar Rp10 triliun per tahun.
Selanjutnya, RDPT Pariwisata akan disalurkan untuk pembangunan 10 destinasi wisata prioritas, terutama yang sudah berbentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. "KEK yang sudah siap itu Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Morotai, dan Mandalika. Empat ini sudah berminat untuk RDPT Pariwisata," sebutnya.
Selain RDPT Pariwisata, komitmen pendanaan yang cukup besar juga datang dari Bank Dunia. Menurut Menpar, nilai pendanaan dari Bank Dunia akan berkisar USD200-500 juta, namun pemerintah masih akan mengonfirmasi lagi terkait hal tersebut.
Rencananya dana tersebut disalurkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik penunjang pariwisata di tiga destinasi wisata yaitu Borobudur, Mandalika, dan Danau Toba.
"Jadi nanti yang akan menggunakan dana itu ya kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian Perhubungan. Sedangkan untuk membangun amenitas seperti hotel, bisa memakai dana dari RDPT Pariwisata, di samping investasi langsung dari investor dan pengusaha," tuturnya. (Okezone.com)
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po
Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya
RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20
Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u
Bansos Pangan Cair ke 33,2 Juta Penerima, Dapat 20 kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
JAKARTA - Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mulai disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Bantuan diberikan kepada lebih dari 33,2 juta penerima manf